Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Ajak PMII Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Yuyun Kutari • Senin, 13 Oktober 2025 | 07:49 WIB
GERAKAN MAHASISWA: Suasana Rakerda PKC PMII Bali-Nusa Tenggara yang digelar di Kabupaten Lombok Utara, selama 11–12 Oktober.
GERAKAN MAHASISWA: Suasana Rakerda PKC PMII Bali-Nusa Tenggara yang digelar di Kabupaten Lombok Utara, selama 11–12 Oktober.

LombokPost - Pemprov NTB mengajak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Ruslan Abdul Gani, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKC PMII Bali-Nusa Tenggara yang digelar di Kabupaten Lombok Utara, 11–12 Oktober 2025.

Ruslan mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rakerda yang mengusung tema Sinergi Pergerakan, Kolaborasi Kebijakan. “Tema ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah menjadi kunci,” kata dia.

Terutama dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan publik yang inklusif dan berpihak pada rakyat. “Kehadiran kalian, pemikiran kalian, dan aksi kalian bukan sekadar untuk mengkritik, tetapi untuk membangun, itu adalah nafas penting bagi demokrasi dan kemajuan daerah kita,” jelasnya.

NTB saat ini tengah menjalani fase konsolidasi menuju visi NTB Makmur Mendunia, dan dalam proses tersebut, keterlibatan aktif organisasi mahasiswa sangat dibutuhkan.

Pemprov NTB membutuhkan energi, kreativitas, dan integritas generasi muda dalam menyukseskan program-program prioritas, seperti reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur merata, serta penguatan ekonomi masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan meningkatkan ketahanan pangan.

Ruslan juga mendorong agar Rakerda PKC PMII Bali-Nusa Tenggara, menjadi wadah penyusunan program kerja yang konkret, terukur, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Ia mencontohkan pentingnya pengembangan program pendidikan vokasi untuk anak-anak desa, advokasi akses layanan kesehatan dasar, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Lebih lanjut, Ruslan mengingatkan pentingnya nilai integritas dan antikorupsi dalam gerakan mahasiswa. “PMII diharapkan mampu menjadi penjaga etika publik sekaligus mitra pengawasan terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ada potensi besar dari sinergi antarwilayah di kawasan Bali-Nusa Tenggara yang memiliki keragaman sosial-budaya. Menurutnya, kolaborasi lintas pulau dan lintas kampus akan memperkaya ide serta solusi yang ditawarkan PMII untuk menjawab tantangan zaman.

Dalam menyusun program kerja, Ruslan menekankan tiga prinsip yang perlu dipegang PMII, berbasis bukti dengan menggunakan data lokal sebagai dasar rekomendasi kebijakan.

Berorientasi aksi, dengan membuat langkah konkret yang bisa diuji di lapangan, serta bersifat inklusif, dengan melibatkan perempuan, kelompok adat, dan komunitas rentan dalam setiap proses.

Ruslan mengajak PMII untuk tetap istiqamah sebagai kader bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.

“Saya percaya PMII memiliki tradisi intelektual sekaligus militansi sosial. Jadikan itu sebagai modal untuk menjadi mitra pemerintah yang kritis namun konstruktif,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#kemiskinan ekstrem #Mahasiswa #pergerakan mahasiswa islam indonesia (pmii) #Bakesbangpoldagri #NTB #NTB Makmur dan Mendunia