Muazzim Akbar dan BKKBN Gaungkan Program Bangga Kencana di NTB: “Negara Hadir untuk Membangun Keluarga Sehat dan Berkualitas”

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:01 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost — Anggota Komisi IX DPR RI, H. M. Muazzim Akbar, S.IP, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, dan produktif melalui program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).

Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di SMAN 1 Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (16/10/2025). Acara ini merupakan rangkaian ke-6 sepanjang Oktober 2025, mengusung tema “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas.”

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, Dinas DP3AP2KB Lombok Tengah, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, serta ratusan pelajar.

Muazzim: “Pemerintah Ingin Setiap Keluarga Sehat, Berkualitas, dan Bergizi Cukup”

Dalam sambutannya, H. M. Muazzim Akbar menyoroti tiga isu besar yang menjadi perhatian utama pemerintah dan Komisi IX DPR RI, yakni Keluarga Berencana, Pencegahan Pernikahan Dini, dan Penanggulangan Stunting.

“Hari ini saya bersama Kemendukbangga/BKKBN melaksanakan sosialisasi tentang program pemerintah dan prioritas nasional. Tiga hal ini keluarga berencana, pernikahan dini, dan stunting harus kita pahami bersama sebagai dasar membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga yang dimulai dari proses yang matang akan melahirkan generasi unggul, sementara pernikahan dini berpotensi memicu berbagai persoalan sosial dan kesehatan.

“Masih ada yang berpikir banyak anak banyak rezeki, tapi kita perlu memikirkan masa depan anak-anak kita. Jika keluarga dimulai dari usia terlalu muda, risikonya besar — salah satunya anak bisa stunting. Di sinilah peran negara hadir melalui BKKBN untuk menata dan mendampingi, ini bentuk cinta negara kepada rakyatnya,” jelas Muazzim.

Politisi asal NTB itu juga menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah, DPR, Kemenkes, BPJS, BPOM, dan BKKBN bersatu untuk satu tujuan: memastikan rakyat Indonesia sehat dan bergizi cukup. Program seperti makan siang gratis bukan sekadar soal hemat uang, tapi memastikan anak-anak kita tumbuh dengan gizi yang cukup dan sehat,” tegasnya.

BKKBN Dorong Transformasi Digital dan Program “Quick Win”

Plt. Direktur Kebijakan Strategi Bidang Penyerasian Kebijakan Pengendalian Kuantitas Penduduk, Ibu Chairunnisa Murniati, SH., M.Si, menjelaskan bahwa BKKBN kini bertransformasi menjadi Kemendukbangga/BKKBN, dengan strategi baru menghadapi tantangan kependudukan modern.

“Kita masih menghadapi isu strategis seperti rendahnya rata-rata lama sekolah. Padahal penduduk Indonesia kini didominasi usia produktif. Kalau kualitasnya tidak ditingkatkan, sulit mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Chairunnisa memaparkan empat strategi utama Kemendukbangga: kebijakan populasi berbasis data, inovasi dan pelayanan digital, kemitraan pentahelix, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

BKKBN juga meluncurkan sejumlah inovasi “quick win”, di antaranya:

Tamasya, program daycare untuk keluarga;

Gati, memperkuat peran ayah agar anak tidak fatherless;

Genting, gerakan khusus pencegahan stunting;

Sidhaya, pelayanan bagi lansia; dan

Super Apps BKKBN, platform digital pelayanan keluarga.

Makripuddin: “Remaja Harus Jadi Generasi Genre: Sehat, Cerdas, dan Ceria”

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si, mengapresiasi capaian Lombok Tengah dalam upaya menurunkan angka stunting.

“Prestasi Lombok Tengah luar biasa dalam mengatasi stunting. Terima kasih kepada seluruh kader, TPK, dan masyarakat. Tapi kita jangan berhenti — perjuangan masih panjang,” katanya.

Makripuddin memperkenalkan program Generasi Berencana (GENRE) yang menyasar kalangan muda untuk menjauhi Napza, Seks Bebas, dan Pernikahan Dini.

“Data menunjukkan 46 persen kasus pernikahan dini terjadi karena faktor ‘sudah terlanjur’. Ini mengkhawatirkan. Karena itu, remaja harus kita bimbing agar tetap sehat, cerdas, dan ceria — itu kunci generasi penerus bangsa yang tangguh,” tegasnya.

Kusriadi: “Stunting dan Pernikahan Dini Masih Jadi PR Besar Lombok Tengah”

Plt. Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, Bpk. Kusriadi, S.KM, turut menegaskan bahwa permasalahan stunting dan pernikahan dini masih menjadi pekerjaan rumah besar di wilayahnya.

“Kasus stunting di Lombok Tengah masih cukup tinggi. Dari 100 ribu bayi, hampir 24 ribu di antaranya mengalami stunting. Selain itu, angka pernikahan dini juga tertinggi di NTB. Ada sekitar 2.000 ibu hamil berusia di bawah umur dan 1.300 ibu yang melahirkan di bawah usia 19 tahun,” ungkap Kusriadi.

Ia menilai kondisi ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak.

Muazzim Akbar Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di SMAN 1 Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (16/10/2025).
Muazzim Akbar Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di SMAN 1 Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (16/10/2025).

“Ini PR besar kita. Ayo sama-sama kita gaungkan pesan sederhana tapi kuat: ‘Anak jangan punya anak.’ Karena kalau ini terus terjadi, masalah sosial dan ekonomi akan terus bermunculan,” tegasnya.

“Mari kita bersama wujudkan Indonesia menuju generasi emas 2045 dengan generasi yang mantap,” pungkasnya.

Sinergi untuk Indonesia Emas 2045

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara Komisi IX DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN, dan pemerintah daerah Lombok Tengah diharapkan dapat memperkuat gerakan nasional dalam membentuk keluarga berkualitas dan generasi unggul.

“Kita ingin setiap keluarga Indonesia sehat, cerdas, dan berdaya. Karena dari keluarga berkualitas, lahir generasi penerus bangsa yang unggul menuju Indonesia Emas,” tutup H. M. Muazzim Akbar.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post Online
EMAS Muazzim Akbar generasi BKKBN dpr ri