LombokPost - Provinsi NTB mendapatkan sejumlah proyek infrastruktur strategis dari pusat.
Untuk itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau sejumlah proyek tersebut, kemarin (19/10).
Dody mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pelaksanaan program-program pembangunan yang merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) yang telah dikeluarkan sebelumnya.
“Saya berusaha mempercepat apa yang sudah diinstruksikan oleh Pak Presiden Prabowo kepada kita para pembantu-pembantunya,” ujarnya.
Dia menegaskan Presiden Prabowo, memiliki komitmen kuat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Terutama melalui pelaksanaan Inpres Nomor 2 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Pembangunan Irigasi, serta Inpres tentang Jalan Daerah (IJD).
“Itu harus dipercepat pekerjaannya, agar segera memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dody menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap tahapan pembangunan fisik proyek infrastruktur.
Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus menjadi bagian aktif agar manfaatnya bisa langsung dirasakan.
“Meskipun ada penyedia jasa konstruksinya, tapi seluruh tenaga kerjanya adalah masyarakat lokal. Ini bukti nyata keberpihakan presiden untuk melibatkan masyarakat dengan seribu satu macam cara,” terangnya.
Port to Port Lembar-Kayangan
Selama kunjungan, Dody mengaku banyak berdiskusi dengan gubernur NTB dan Pemkab Sumbawa. Dijelaskannya, gubernur NTB membahas pembangunan jalan port to port Lembar, Lombok Barat menuju Kayangan, Lombok Timur.
Proyek ini merupakan salah satu rencana besar yang telah lama dibahas dan Pemprov NTB sangat mengharapkan untuk direalisasi oleh pemerintah pusat. “Pak Gubernur juga menyarankan agar jalan port-to-port Lembar Kayangan, itu juga kita kerjakan,” tegas Menteri Dody.
Pelaksanaan proyek strategis semacam itu, tidak bisa dilakukan secara instan, mengingat adanya sejumlah prosedur administratif dan teknis yang harus dipenuhi terlebih dahulu, termasuk regulasi yang tercantum dalam Peraturan Presiden (perpres), dan persiapan teknis lainnya.
“Nanti kita akan koordinasi lebih lanjut dengan pak gubernur. Karena ada perpres ada amdal, dan juga sejumlah persiapan lain yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Nanti insya Allah secara bertahap kita akan coba diskusi sehingga secepatnya bisa mulai kita kerjakan,” paparnya.
Di Pulau Sumbawa, Dody meninjau potensi pembangunan satu bendungan baru serta sejumlah proyek irigasi yang belum bisa dilaksanakan pada tahun 2025 karena keterbatasan waktu.
Pemerintah pusat menargetkan proyek-proyek tersebut dapat mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026. “Ada beberapa irigasi yang belum sempat kita kerjakan di 2025. Itu akan kita lanjutkan di 2026,” jelasnya.
Termasuk juga jalan Samota sepanjang 1,1 kilometer (km) yang sangat penting, menjadi penghubung utama antarwilayah di Sumbawa. Namun, memiliki tantangan teknis karena melintasi kawasan rawa yang membutuhkan penanganan khusus.
“Itu juga akan kita siapkan bersama-sama dengan pak bupati Sumbawa. Kita mulai dari studi kelayakan (feasibility study), kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), dan tentu saja penyelesaian persoalan lahan karena lokasi jalan tersebut berada di kawasan rawa,” ujar Dody.
Ia menambahkan secara teknis, tim dari Kementerian PU akan segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB akan ditugaskan, untuk meninjau aspek teknis jalan tersebut secara lebih mendalam.
“Pak kepala balai jalan akan turun langsung untuk mengecek lebih detail teknisnya, apakah model jalannya nanti menggunakan metode lay over atau ada pendekatan lain yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan,” kata dia.
Dody menegaskan kembali pembangunan irigasi menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh pembangunan pemerintah pusat.
Ia menyampaikan hasil dari kunjungan langsung di lapangan, masyarakat mengaku sudah puluhan tahun irigasi di wilayahnya tidak pernah diperbaiki.
“Sudah berpuluh tahun irigasinya, tidak pernah diperbaiki sama sekali jadi saya ingin sampaikan hebatnya visi Bapak Presiden yang tahu irigasi itu super penting, terutama di daerah yang tidak pernah disentuh oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.
Butuh Jalur Alternatif
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah pusat. Menurut dia, kunjungan ini adalah wujud nyata bahwa apa yang selama ini telah dibahas bersama mulai dijalankan sesuai dengan arahan presiden.
“Ini adalah bagian dari rangkaian tindak lanjut atas apa yang telah dibahas sebelumnya, sekaligus memastikan instruksi presiden dijalankan dengan baik dan benar,” ujar gubernur.
Gubernur juga menjelaskan pembangunan jalan Port-to-Port Lembar Kayangan merupakan salah satu hadiah yang diharapkan, dapat segera terwujud untuk NTB. Hal ini sangat penting mengingat jalur tengah antara Mataram dan Lombok Timur sudah sangat padat dan membutuhkan jalur alternatif.
“Jalur tengah sudah luar biasa padat, sehingga kita perlu punya jalan alternatif, itu juga tadi dibahas dan sudah ada arahan dari bapak menteri,” jelasnya.
Gubernur merincikan, kunjungan bersama menteri PU mencakup sejumlah titik strategis, seperti Bendungan Bringinsila, pembangunan dan revitalisasi irigasi, jalan penghubung antar-kecamatan melalui program IJD, jalan Samota yang masih belum tersambung secara penuh antara dua ruas penting, dari arah Teluk Saleh menuju Kota Sumbawa.
Semua ini ditinjau menggunakan helikopter. “Jadi kita melihatnya dari atas, sehingga kita paham betul situasinya dan ini akan jadi rujukan bapak menteri PU kedepannya,” pungkas gubernur. (yun/r3)
Editor : Kimda Farida