Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dislutkan NTB Mulai Susun DED Pelabuhan Perikanan Soro Adu Dompu

M Islamuddin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 09:26 WIB
Kepala Dislutkan NTB Muslim bersama Kepala Bidang Perikanan Budidaya Karim Marasabessy, Pejabat Pembuat Komitmen Lalu Parjadinata, dan pihak rekanan pelaksana menyusun DED Pelabuhan Perikanan Soro Adu
Kepala Dislutkan NTB Muslim bersama Kepala Bidang Perikanan Budidaya Karim Marasabessy, Pejabat Pembuat Komitmen Lalu Parjadinata, dan pihak rekanan pelaksana menyusun DED Pelabuhan Perikanan Soro Adu

LombokPost - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB mulai menyiapkan langkah serius untuk memperkuat sektor perikanan daerah, Rabu (22/10).

Mereka kick-off meeting penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Soro Adu, Dompu, dan program hilirisasi komoditas udang di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Dislutkan NTB Muslim menegaskan pentingnya penyusunan DED yang berbasis pada kondisi nyata di lapangan.

Dia menekankan, hasil perencanaan harus sejalan dengan Feasibility Study (FS) yang kini tengah memasuki tahap akhir.

“Sinkronisasi antara FS dan DED itu wajib. Jangan sampai hasilnya tidak nyambung. Kalau perencanaannya matang dan berbasis data, pelaksanaannya nanti akan jauh lebih efektif,” tegas Muslim saat penyusunan DED di kantor Dislutkan setempat.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dislutkan NTB Karim Marasabessy, Pejabat Pembuat Komitmen Lalu Parjadinata, dan pihak rekanan pelaksana.

Dia menjelaskan, pertemuan ini menjadi langkah awal koordinasi teknis antara pemerintah provinsi, tim pelaksana, dan konsultan agar proses penyusunan DED berjalan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang diharapkan.

Menurut Muslim, pengembangan pelabuhan Perikanan Soro Adu dan program hilirisasi udang disebut sebagai bagian dari strategi besar Pemprov NTB untuk memperkuat rantai nilai sektor kelautan dan perikanan. "Tak hanya untuk memperkuat sektor budidaya, tetapi juga membuka peluang pengolahan hasil perikanan dan peningkatan kontribusi ekonomi daerah," jelas dia.

Nantinya, hasil DED ini akan menjadi bagian dari profil penawaran investasi yang disusun Pemprov NTB untuk menarik minat investor swasta dan dunia usaha. "Penawaran tersebut akan dilengkapi dengan berbagai insentif investasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur NTB Nomor 10 Tahun 2016," sebut Muslim.

Pelabuhan Perikanan Soro Adu termasuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional (RIPPN) sesuai dengan Kepmen Kelautan Dan Perikanan RI Nomor 132 Tahun 2023. Indikasi Program Perwujudan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi NTB 2024 – 2044 (Perda NTB No. 5 Tahun 2024).

Pelabuhan ini memiliki potensi perikanan yang cukup besar mulai dari ikan pelagis, cakalang, lemadang hingga tongkol, dengan produksi mencapai 180 ton per tahun atau senilai Rp4 miliar. Lokasi pelabuhan yang berada di kawasan teluk juga dinilai sangat aman, sehingga revitalisasi Pelabuhan tidak akan menemukan banyak kendala.

Diketahui, pelabuhan perikanan Soro Adu dibangun sejak tahun 1994 itu memiliki luas total 11 hektare. Walau kini tidak lagi beroperasi, namun masyarakat masih memanfaatkan Pelabuhan Soro Adu untuk aktivitas bongkar muat kapal ikan yang didominasi komoditas tuna dan cakalang.

Pelabuhan Soro Adu berada di wilayah strategis Teluk Cempi yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang masuk ke dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573. Keunggulan geografis membuat pelabuhan tersebut potensial untuk menghasilkan tangkapan ikan dalam jumlah besar. 

Editor : Jelo Sangaji
#pelabuhan perikanan soro adu #dislutkan ntb #Dompu #Pemprov NTB