Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Jadi Tuan Rumah Annual Meeting PERBANI ke-32, Soroti Kebutuhan Dokter Bedah Anak di NTB

Hamdani Wathoni • Jumat, 24 Oktober 2025 | 20:32 WIB
PENUH SEMANGAT: Ratusan dokter spesialis bedah anak, dokter umum hingga perawat mengikuti acara Annual Meeting PERBANI ke-32 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Jumat (24/10).
PENUH SEMANGAT: Ratusan dokter spesialis bedah anak, dokter umum hingga perawat mengikuti acara Annual Meeting PERBANI ke-32 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Jumat (24/10).

LombokPost – Pulau Lombok menjadi tuan rumah Annual Meeting (PAM) Perhimpunan Bedah Anak (PERBANI) ke-32. Acara bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 260 peserta, terdiri atas dokter spesialis bedah anak, dokter umum, residen, hingga perawat dari berbagai daerah.

Ketua Perhimpunan Bedah Anak Indonesia (PERBANI) dr. I Made Darmajaya, Sp.BA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang kini berganti nama menjadi PAM karena skalanya semakin besar dan sering melibatkan partisipasi internasional.

“Kami memilih Lombok karena panitianya siap, tempatnya bagus, dan bisa menjadi ajang memperkenalkan keindahan alam NTB kepada peserta,” ujar dr. Darmajaya dalam wawancara dengan Lombok Post, Jumat (24/10).

Acara PAM ke-32 ini tidak hanya berisi sesi ilmiah dan rapat anggota PERBANI, tetapi juga kegiatan olahraga, lomba cerdas cermat antar calon spesialis, serta ladies program yang mengajak peserta menikmati wisata Lombok, termasuk malam keakraban di kawasan Senggigi.

Baca Juga: IKALOGI Udayana Gandeng IDI NTB dan RSAM Narmada Lakukan Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks

“Melalui acara seperti ini, kami ingin mempererat hubungan antaranggota dan memotivasi calon dokter bedah anak untuk terus berkembang,” lanjutnya. 

Di balik kemeriahan acara ilmiah ini, para narasumber juga menyoroti kesenjangan jumlah dokter spesialis bedah anak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, hanya ada tiga dokter spesialis bedah anak yang bertugas di Lombok. Dua dokter di RSUD Provinsi NTB dan satu di RSUD Kota Mataram.

Sementara itu, Pulau Sumbawa hingga kini belum memiliki dokter spesialis bedah anak sama sekali. Padahal, kasus-kasus bedah anak di wilayah tersebut cukup banyak dan bersifat darurat.

Sehingga ke depan ini akan menjadi perhatian serius pihak PERBANI.

dr. Darmajaya menegaskan bahwa anak bukanlah orang dewasa versi mini, sehingga penanganannya membutuhkan keahlian khusus. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan beasiswa pendidikan spesialis bagi dokter umum daerah agar bisa kembali bertugas di wilayah asal mereka.

Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia memiliki 600 dokter spesialis bedah anak dalam 10 tahun ke depan. Saat ini, minat menjadi dokter spesialis bedah anak cukup tinggi, terbukti dari 190 dokter umum yang mengikuti kegiatan PAM di Lombok. 

"Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, setiap provinsi bisa memiliki dokter bedah anak yang memadai," timpal dr. Kurniawan Noki Pamungkas, Sp.BA, Sekjen PERBANI.

dr. Sunanto, Sp.BA, Ketua Panitia Lokal PAM 2025 yang juga bertugas di RSUD Provinsi NTB memaparkan saat ini NTB memang kekurangan dokter bedah anak. Namun saat ini sudah ada satu calon dokter bedah anak asal Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan dan diharapkan selesai tahun ini.

“Banyak pasien anak dari Dompu, Bima, dan Sumbawa harus dirujuk ke Mataram. Jika terlambat, risiko kematian sangat tinggi,” jelas Dr. Sunanto.

Kasus yang sering ditemukan meliputi kelainan bawaan seperti atresia ani (tidak memiliki lubang anus) dan penyakit hisprung (gangguan pencernaan bawaan). Kondisi tersebut memerlukan penanganan segera oleh dokter spesialis bedah anak.

Maka, dengan terselenggaranya Pediatric Annual Meeting ke-32 di Lombok, para dokter berharap momentum ini tidak hanya memperkuat kolaborasi ilmiah, tetapi juga mempercepat pemerataan layanan bedah anak di NTB, demi keselamatan generasi masa depan. 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Anak #dokter bedah #Annual Meeting #PERBANI #Lombok