LombokPost - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) menggelar Kick-off Meeting penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Soro Adu Dompu, belum lama ini.
“Kami memandang penyusunan DED ini sangat penting,” tegas Kepala Dislutkan NTB Muslim, Kamis (23/10).
Penyusunan DED harus mengacu pada kondisi faktual di lapangan, serta selaras dengan hasil Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan yang saat ini tengah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Kegiatan tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Soro Adu Dompu menjadi perhatian, sebab posisi pelabuhan Soro Adu dinilai sangat strategis, karena merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan di NTB yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan berada dekat dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 serta Australia.
Lokasi WPP 573 terbentang mulai dari Selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, Laut Timor bagian barat, dikenal sebagai penghasil spesies ikan ekonomis penting, seperti cakalang, tuna mata besar, tuna albakora, madidihang, tongkol, tenggiri, dan lemuru.
Sehingga pengembangan Pelabuhan Perikanan Soro Adu merupakan bagian dari strategi Pemprov NTB, untuk memperkuat rantai nilai di sektor kelautan dan perikanan.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi daerah melalui pengembangan subsektor perikanan budidaya, perikanan tangkap, serta pengolahan hasil perikanan,” terangnya.
Ia berharap seluruh proses bisa berjalan lancar dan sesuai dengan kebijakan yang telah dirumuskan dalam studi kelayakan tersebut.
“Sinkronisasi antara FS dan DED menjadi kunci agar hasil perencanaan dapat diimplementasikan secara efektif,” tegasnya.
Kick-off Meeting tersebut, kata Muslim, menjadi langkah awal koordinasi teknis antara pemerintah provinsi, pelaksana teknis, dan konsultan agar proses penyusunan DED dapat berjalan tepat waktu dan berkualitas.
Lebih lanjut, hasil DED juga akan menjadi bagian penting dalam penyusunan profil penawaran investasi Pemerintah Provinsi NTB kepada pihak swasta, dunia usaha, dan investor.
Penawaran ini akan dilengkapi dengan berbagai jenis insentif investasi yang diatur dalam Peraturan Gubernur NTB Nomor 10 Tahun 2016, guna mendorong minat investasi dan percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di NTB.
Editor : Siti Aeny Maryam