LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, menjamu makan siang tiga duta besar negara sahabat; Palestina, Suriah, dan Azerbaijan di Mataram, Minggu (26/10).
Dalam pertemuan tersebut, Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur, membahas sejumlah isu strategis, mulai dari dukungan terhadap kemerdekaan Palestina hingga penjajakan investasi dengan Suriah dan Azerbaijan.
Para duta besar yang hadir yakni Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun. Duta Besar Azerbaijan Ramil Rzayev, dan Duta Besar Suriah Abdulmonem Annan. Pertemuan berlangsung menjelang penutupan kegiatan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) di Mataram, sebagai tuan rumah.
Gubernur menegaskan dukungan penuh masyarakat Bumi Gora, terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dengan menegaskan bahwa NTB akan selalu berdiri bersama Palestina. “Tetap bersama dalam kondisi apapun, NTB akan tetap bersama dengan saudara-saudara di Palestina,” jelasnya.
Pesan yang disampaikan Gubernur mengandung makna seperti yang diamanatkan oleh pendiri Bangsa sekaligus Presiden RI ke-1 Soekarno.
Bung Karno menyerukan kemerdekaan Indonesia tidak akan lengkap, tanpa kemerdekaan Palestina. “Pesan itu akan tetap menjadi spirit kita,” ujarnya lantang.
Selain memberikan dukungan politik dan kemanusiaan, Miq Iqbal juga mendorong Suriah dan Azerbaijan untuk berinvestasi di NTB. Suriah dikenal dengan keahliannya dalam produksi tekstil.
Pengerajin Suriah memiliki keterampilan tinggi dalam menciptakan kerajinan tangan yang unik. Kerja sama dengan Suriah dapat diwujudkan melalui berbagai program, seperti pelatihan bersama untuk meningkatkan kualitas dan desain produk tenun serta kerajinan tangan di NTB.
Bisa juga melalui pemasaran produk kerajinan NTB yang dipadukan dengan sentuhan desain khas Suriah di pasar global. Selain itu, Suriah kaya akan situs bersejarah dan kebudayaan yang menarik wisatawan.
Kerja sama di bidang ini dapat meliputi pemeliharaan dan pengelolaan situs warisan budaya, serta mendorong pertukaran budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan mempromosikan pariwisata di kedua wilayah.
Bentuknya bisa berupa promosi wisata bersama maupun program pertukaran budaya. Sementara itu, di bidang pertanian, Suriah memiliki keunggulan dalam teknologi budidaya dan pengolahan produk pertanian.
Sehingga kerja sama dapat difokuskan pada peningkatan kualitas produk pertanian, pengembangan inovasi pengolahan, serta penerapan praktik pertanian modern yang lebih efisien.
Gubernur menyampaikan doa agar Suriah segera pulih pascaperang. Menurutnya, Suriah memiliki peradaban panjang yang kaya pengalaman.
“Suriah negara maju, negara yang kaya akan peradaban. Banyak hal untuk berbagi pengalaman, berbagi knowledge terutama di kedokteran dan seni budaya. Kita berharap semua ini terwujud,” kata Gubernur.
Sementara untuk Azerbaijan, Gubernur membahas peluang investasi di NTB, khususnya di sektor pariwisata dan pengembangan teknologi.
“Karena itu, kita mendorong supaya perusahaan-perusahaan Azerbaijan investasi di Indonesia, khususnya di NTB, di bidang pariwisata dan technology development,” jelasnya.
Tak ketinggalan, potensi kerja sama antara Palestina dan NTB dapat difokuskan pada bidang pertanian dan pertukaran pengetahuan. Palestina memiliki keahlian dalam teknik irigasi tetes dan manajemen air yang canggih.
Keahlian ini sangat relevan bagi NTB, terutama di daerah dengan ketersediaan air terbatas, untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara efisien.
Selain itu, Palestina memiliki keunggulan di sektor hortikultura, termasuk produk seperti kurma Medjool, zaitun, dan anggur. NTB dapat memanfaatkan pengalaman Palestina dalam mengembangkan komoditas bernilai tinggi ini, seiring dengan upaya NTB untuk mengembangkan kebun kurma berkualitas tinggi di luar wilayah Timur Tengah.
Di bidang perdagangan, kerja sama dapat diwujudkan melalui pertukaran ekspor hasil bumi Palestina, seperti kurma dan minyak zaitun, dengan produk unggulan NTB, misalnya hasil laut dan kain tenun.
Sementara itu, di bidang pariwisata, NTB dapat menjajaki peluang untuk mengembangkan paket wisata religi yang menghubungkan NTB dengan situs-situs bersejarah dan religius di Palestina, sehingga mendorong pertukaran budaya dan peningkatan kunjungan wisatawan di kedua wilayah.
Sementara itu, Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi mengatakan kunjungan para duta besar ke NTB, memiliki makna strategis dan luas.
Kunjungan ini menunjukkan ketertarikan para dubes untuk melihat secara langsung potensi sumber daya alam NTB yang layak diperhitungkan.
“Selain sektor pariwisata yang telah dikenal luas di mancanegara, sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan juga menunjukkan potensi yang menjanjikan,” jelasnya.
Kehadiran para dubes memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal NTB lebih dekat, dan memastikan kondisi daerah ini secara nyata, sehingga tidak hanya bergantung pada informasi terbatas yang selama ini mereka peroleh.
Tak kalah penting, kunjungan ini membuka peluang untuk memperluas dan mempererat hubungan antara NTB dengan negara-negara sahabat yang berpotensi menghasilkan kerja sama yang lebih produktif di masa depan.
“Kunjungan ini juga dapat dipandang sebagai bentuk pengakuan negara-negara tersebut, terhadap peran masyarakat migran asal NTB di luar negeri,” tegas Yusron.
Editor : Siti Aeny Maryam