LombokPost - Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Provinsi NTB menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan ekonomi syariah. Hal tersebut didukung karakter yang kuat dalam nilai-nilai ukhuwah, moderasi, dan keragaman masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Iqbal saat kegiatan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) yang digelar di Islamic Center Mataram.
“Saya berharap agar hasil-hasil dari kegiatan IES ini tidak berhenti sebagai gagasan. Tetap menjadi aksi yang nyata,” katanya.
Gubernur Iqbal mengatakan, IES yang merupakan event penting dalam sejarah pengembangan ekonomi syariah tersebut telah mempertemukan berbagai pihak. Baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Momen tersebut dijadikan sarana untuk berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.
Gubernur Iqbal mengaku bangga karena Provinsi NTB ditunjuk jadi tuan rumah dan menjadi salah satu percontohan pengembangan ekonomi syariah. “Hal ini menunjukkan kepercayaan besar dari pusat dan dari banyak negara. NTB mampu menjadi motor dalam wacana dan praktik,” katanya.
Provinsi NTB memiliki keunggulan moral maupun budaya untuk pengembangan ekonomi syariah. Tidak hanya berbasis profit, tetapi juga keberkahan dan manfaat sosial.
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, M.IP menegaskan, Provinsi NTB memiliki komitmen kuat menjadi pusat ekonomi syariah di kawasan Indonesia Timur. Berbagai langkah strategis telah dilakukan. Seperti pemberdayaan ekonomi pesantren dan santripreneur, pengembangan produk halal dan UMKM, inovasi keuangan syariah serta optimalisasi zakat, infaq dan wakaf produktif untuk kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan ekonomi bukan semata diukur dari angka pertumbuhan. Tetapi dari keberkahan dan manfaat sosial yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap forum ini memperkuat kolaborasi demi kemajuan umat dan kesejahteraan bangsa,” katanya. (lil)
Editor : Haliludin