LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Pemprov NTB terus mengupayakan pemerataan pembangunan di berbagai sektor antara Pulau Lombok dan Sumbawa, salah satunya di bidang fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).
“Selama ini masyarakat banyak yang mengeluhkan soal ketimpangan fasilitas kesehatan antara Pulau Lombok dan Sumbawa,” kata Gubernur Iqbal saat kunjungan kerja ke Pulau Sumbawa, kemarin (29/10).
Salah satu lokasi yang dikunjungi Gubernur Iqbal adalah RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan dan infrastruktur kesehatan berjalan optimal.
Salah satunya yakni proses pembangunan ruangan dan fasilitas medis tambahan agar bisa selesai tepat waktu. “Akhir tahun ini seluruh proses pembangunan selesai sehingga semua fasilitas yang dibutuhkan Masyarakat tersedia,” kata Gubernur Iqbal di sela sela kunjungannya.
Menurut Gubernur Iqbal, sebagian besar rumah sakit tipe A dan B berada di Pulau Lombok. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di Pulau Sumbawa belum mendapatkan layanan Kesehatan yang maksimal.
“Banyak masyarakat yang tingga di Pulau Sumbawa terpaksa harus ke Lombok untuk mendapatkan pengobatan,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang maksimal, Pemerintah Provinsi NTB akan mengupayakan agar Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir akan ditingkatkan statusnya dari tipe C menjadi tipe B.
“Peningkatan status ini tentu akan diikuti dengan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pelatanan dan tenaga medis untuk memberikan layanan maksimal kepada Masyarakat,” katanya.
Gubernur Iqbal juga menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB sudah merencanakan untuk membangun rumah sakit di Kota Bima. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan medis di wilayah timur Provinsi NTB.
“Pemerataan pembangunan antara Lombok dan Sumbawa termasuk dalam bidang kesehatan menjadi komitmen Pemerintah Provinsi NTB guna memastikan seluruh warga NTB mendapatkan pelayanan publik yang layak, khususnya bidang kesehatan,” katanya. (lil)
Editor : Haliludin