LombokPost – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) gencar menggenjot Angka Konsumsi Ikan (AKI) masyarakat yang selama ini masih berada di bawah rata-rata nasional.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB menegaskan bahwa program penebaran benih ikan di perairan umum menjadi strategi kunci.
Ini untuk menjaga ketersediaan sekaligus mendorong masyarakat lebih sering mengonsumsi hasil laut dan perairan darat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, H. Muslim, ST., M.Si, menerangkan bahwa program penebaran benih ikan turut mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat NTB yang masih di bawah rata-rata nasional.
“Upaya penyebaran benih di sungai, danau, hingga bendungan menjadi strategi untuk menjaga ketersediaan ikan sekaligus mendorong peningkatan konsumsi masyarakat,” jelas Muslim.
Data menunjukkan tren positif dalam konsumsi ikan di wilayah tersebut dalam dua tahun terakhir.
Menurut data yang dihimpun, pada 2023, Angka Konsumsi Ikan (AKI) di NTB tercatat sebesar 54,90 kg/kapita/tahun.
Angka ini berhasil diangkat secara signifikan menjadi 58,39 kg/kapita/tahun pada tahun 2024.
Meskipun terjadi peningkatan, AKI NTB masih perlu ditingkatkan untuk menyamai atau melampaui angka konsumsi nasional.
Sementara AKI nasional tahun 2023 berada pada 57,91 kg/kapita/tahun, dan meningkat menjadi 58,76 kg/kapita/tahun pada 2024.
Muslim menegaskan bahwa keberhasilan program tebar benih menjadi penentu utama dalam menjamin pasokan ikan lokal yang mudah diakses oleh masyarakat.
Dengan semakin banyaknya ketersediaan ikan hasil budidaya dan tebar benih, diharapkan kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk mengonsumsi ikan akan semakin tinggi, membawa dampak positif bagi kesehatan dan ekonomi perikanan daerah.
Makan ikan sangatlah penting dan memberikan beragam manfaat luar biasa bagi kesehatan, baik fisik maupun mental, karena kandungan nutrisinya.
Editor : Pujo Nugroho