Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi RI, Edy Haryana, yang membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara daring di Hotel Golden Palace Mataram Selasa (4/11) pagi.
Edy Haryana menyebutkan, pelaksanaan Pelatihan Kompetensi Pendampingan merupakan upaya percepatan pelaksanaan KDKMP.
"KDKMP ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka pengembangan ekonomi kemandirian rakyat dan pemerataan pembangunan," ungkap Edy Haryana.
Tenaga pendamping ini, tambah Edy Haryana, memiliki peran strategis dalam kesuksesan KDKMP. Dia bertugas merintis pembentukan Kopdes sehingga KDKMP bisa berhasil dan mandiri sebagai koperasi masyarakat desa.
"Sehingga KDKMP mampu tumbuh dan berkembang sebagai pusat ekonomi di desa," harap Edy Haryana.
Menurutnya, pendamping Kopdes harus mampu menguasai teknologi koperasi yang sehat dan modern dengan sistem gerai (toko).
"Itu sebabnya kamk berharap pelatihan ini bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para pendamping, sebagai bekal dilapangan, sehingga para pendamping ini bisa mendampingi dan melatih para pengurus koperasi," jelasnya.
Edy Haryana juga berpesan kepada para pendampi untuk tidak berhenti sampai pelatihan saja, tapi harus juga bisa menularkan ilmu ini kepada para pengurus, sekaligus terus memperdalam ilmu pengelolaan koperasi.
Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Sekertaris Dinas Koperasi UKM NTB Muhammad Fauzan melaporkan, sebanyak 243 peserta mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendampingan KDKMP yang berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2025.
Para peserta ini merupakan tenaga pendamping KDKMP dari seluruh kabupaten/kota se-NTB. Baik itu untuk tenaga Business Advisor (BA), Project Management Officer (PMO), serta pendamping koperasi dan pendamping desa.
"Peserta terdiri dari 116 orang BA, 22 PMO dan 115 pendamping lainnya (desa dan UKM), sehingga total peserta sebanyak 243," jelas Fauzan.
Fauzan menambahkan, pelatihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam peningkatan kompetensi pendamping. Dengan harapan pendamping Kopdes dapat mengawal dan membimbing para pengurus koperasi agar dapat mengelola KDKMP dapat dikelola secara modern dan mandiri.
"Pelatihan ini juga sebagai upaya percepatan pembentukan koperasi di NTB," tambahnya.
Fauzan juga menyebutkan, selain peningkatan kompetensi para pendamping, kegiatan pelatihan ini juga maksudkan agar gerai KDKMP di seluruh NTB segera terwujud.
"Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan sinergi antara dinaskop NTB, kabupaten/kota dan KDKMP, dan juga sebagai upaya pengembangan KDKMP untuk lebih maju kedepannya," ucap Fauzan.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Hamdi MSi yang juga hadir saat pembukaan pelatihan diberikan kesempatan memberi sedikit materi kepada para peserta Pelatihan Kompetensi Pendamping KDKMP se NTB.
Sebelum memulai pidatonya, Kadis DPMPD Dukcapil NTB menyampaikan terima kasih kepada para pendamping desa yang selama ini ikut mendampingi desa sehingga terbebas dari kemiskinan dan menjadi desa mandiri.
"Tiap tahun terus meningkat. Desa mandiri di NTB sekarang sudah 48 persen, artinya kontribusi pendamping desa sudah cukup tinggi. Saya yakin, target 2029 seluruh desa sudah mandiri semua pasti bisa terpenuhi," ucap Lalu Hamdi.
Demikian pula dengan dilibatkan pendamping desa dalam program KDKMP, Lalu Hamdi sangat yakin peluang seluruh desa di NTB menjadi desa mandiri semakin besar.
"Tahun ini ada Kopdes, kita semua berharap dengan adanya lagi program KDKMP, keberhasilan desa mandiri semakin tinggi," yakin Lalu Hamdi.
Namun Lalu Hamdi mengingatkan, pendamping desa harus serius mengemban tugas ini karena keberhasilan program KDKMP kini juga berada ditangan pendamping desa.
"Jadi pendamping desa dituntut untuk mensukseskan program KDKMP. Dan program unggulan desa berdaya akan bersinergi dengan program KDKMP," tambahnya.
Menurut Lalu Hamdi, program desa berdaya dan orogram KDKMP merupakan dua program dengan misi yang sama.
"Desa berdaya dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan, dan program KDKMP ini dihajatkan oleh pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan dan pemerataan ekonomi masyarakat, Jadi dua program ini akan saling mendukung dan bersinergi." sebut Lalu Hamdi.
Sebagai penutup, Lalu Hamdi mengajak pendamping desa untuk mendukung program KDKMP ini.
"Kita bantu kelola semaksimal mungkin, saya yakin koperasi ini akan sukses kedepannya dan bisa mengangkat ekonomi masyarakat desa," ucapnya menyemangati para pendamping desa yang kini juga menjadi pendamping Kopdes.
Selanjutnya acara diisi dengan pemberian materi oleh Kepala Dinas Koperasi UKM NTB, Ahmad Masyhuri, SH.
Ahmad Masyhuri ternyata diam-diam memiliki kemampuan menjadi mentor dengan skill entertainment terpendam yang tak diketahui banyak orang.
Dengan teknik humor dan narasi cerita, Ahmad Masyhuri menyampaikan pelajaran atau materi, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan diskusi yang menarik dan berkesan.
Lebih dari dua jam Ahmad Masyhuri memberikan materi tentang pembentukan koperasi namun tak membuat ratusan peserta merasa bosan atau mengantuk. Sebaliknya, mereka bersikap komunikatif dan rajin berinteraksi dengan Ahmad Masyhuri, menanyakan hal-hal yang kurang mereka fahami.
Tak hanya menjelaskan mengenai tahapan pembentukan koperasi, Ahmad Masyhuri juga memberi semangat para pendamping untuk segera membuka gerai koperasi di desa tanpa menunggu modal yang besar.
"Mulai saja dulu buka gerainya, jualan beberapa sembako, nanti pelan-pelan pasti berkembang. Jangan terlalu fokus pada hambatan, nanti gak jadi-jadi buat koperasinya. Lebih baik mulai saja dulu, nanti hambatan yang muncul kita carikan solusinya sama-sama," ajak Ahmad Masyhuri.
Editor : Siti Aeny Maryam