Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jumlah Driver Pariwisata Mencapai Seribu Lebih, Dispar NTB Beri Pelatihan pada Awak Transportasi Wisata untuk Tingkatkan SDM Pariwisata 

Lombok Post Online • Jumat, 7 November 2025 | 12:33 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Dinas Pariwisata (Dispar) NTB melakukan sejumlah upaya serius dalam meningkatkan mutu pelayanan pariwisata daerah yang mendunia.

Salah satu sektor yang difokuskan adalah meningkatkan sumber daya manusia pelaku pariwisata. Hal itu dilakukan dengan melatih awak transportasi wisata.

Pelatihan awak transportasi pariwisata itu digelar selama dua hari di Hotel Madani Mataram pada Rabu-Kamis (5-6/11).

Selain mendapatkan berbagai bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanannya, pelatihan itu juga dilakukan untuk memberikan sertifikasi sebagai wujud dari peningkatan SDM pelaku pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan pelatihan awak transportasi wisata ini dilakukan untuk meningkatkan SDM para sopir yang membawa tamu ke objek wisata di NTB. Tujuan pelatihan ini kata dia untuk memberikan standarisasi kompetensi para driver.

“Ini ikhtiar kita untuk meningkatkan pariwisata berkualitas. Terutama dari sisi SDM. Nanti akan kita terapkan standarisasi dan sertifikasi dari sisi kompetensinya,” kata Aulia, Kamis (6/11).

Aulia mengatakan seluruh driver juga diminta selalu memberikan kesan yang baik kepada wisatawan yang diantar ke beberapa destinasi wisata di NTB.

Ia menyebut awak transportasi wisata memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan.

Peran penting itulah yang menjadikan pelatihan dan standarisasi kompetensi sopir wisata ini penting.

Aulia juga menuturkan jika pelatihan itu merupakan upaya awal atau gerakan pertama yang coba dilakukan pihaknya.

Ke depan, pihaknya akan kembali melatih sejumlah stakeholder terkait yang dirasa penting untuk ditingkatkan kapasitasnya.

"Ini pertama kita lakukan ya. Nanti kita juga akan tingkatkan kualifikasi untuk guide, pramuwisata dan himpunan pariwisata," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Darat NTB Junaidi Kasum mengatakan, pelatihan ini semata-mata untuk membenahi kualitas sopir dalam membenahi kualitas layanan saat mengantar tamu lokal, nasional, dan mancanegara ke beberapa destinasi wisata di NTB.

"Ini pertama ya. Kami Organda mendukung langkah ini. Nanti kami akan mendata seluruh driver wisata dan meminta melengkapi izinnya di balai transportasi darat," jelasnya.

JK sapaannya lebih jauh menjelaskan, driver pariwisata di beberapa daerah di NTB tidak terkoneksi antara driver di Lombok Barat dan Lombok Tengah. Untuk itu, pelatihan ini bertujuan untuk membangun koneksi driver di seluruh objek wisata NTB.

"Saran kami supaya melakukan musrenbang pariwisata se-NTB. Sehingga driver di daerah tidak berjalan sendiri-sendiri," tuturnya.

Berdasarkan data sementara yang ia himpun, jumlah driver pariwisata di NTB mencapai seribu lebih. Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah NTB menggandeng jasa raharja guna mengantisipasi kecelakaan atau persoalan teknis lain di lapangan.

“Kami juga minta jangan ada saling cegat di destinasi wisata. Inilah fungsinya duduk bersama untuk meningkatkan pelayanan," harapnya.

PELATIHAN: Suasana pelatihan Awak Transportasi Pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata NTB di Hotel Madani Mataram.
PELATIHAN: Suasana pelatihan Awak Transportasi Pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata NTB di Hotel Madani Mataram.

Sebelumnya, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD NTB Lalu Kusnawan menerangkan mendukung Dispar NTB dalam setiap upaya yang dilakukan untuk memajukan pariwisata NTB.

“Dukungan dari Dispar NTB ini sudah lama kami rasakan. Selam ini kami juga menjalin kerja sama yang baik. Dan ini sangat kami butuhkan mengingat ke depan kami memiliki banyak agenda yang juga didukung oleh british embasy. Semua ini tentu untuk kemajuan pariwisata kita,” jelas Kusnawan.

Komitmen memajukan pariwisata merupakan satu hal yang mutlak dimiliki oleh seluruh stakeholder terkait.

Kusnawan menerangkan, dukungan dari barbagai sektor dalam meningkatkan SDM pariwisata menjadi hal yang patut disyukuri.

Lebih jauh, Kusnawan menjelaskan pihaknya juga tengah fokus pada sejumlah pelatihan. Di mana sejumlah programnya mendapat dukungan dari pemerintah Inggris.

“Kami di IGHMA sejauh ini bekerjasama cukup baik dengan Dinas Pariwisata. Ini penting, karena kami menjadi bagian yang sangat memahami seperti apa trend pariwisata,” ujarnya.

“Di sisi lain ada pemerintah, ada media juga, dan stakeholder lainnya yang tinggal bagaimana kita bekerjasama,” tutupnya. (tih/r3)

Editor : Kimda Farida
#transportasi #kompetensi #sdm #Pengusaha #Pariwisata