Kapal Polisi XXI-2014 milik Ditpolairud Polda NTB bertransformasi menjadi perpustakaan terapung, menyulap laut menjadi ruang belajar penuh inspirasi bagi siswa SMPN 01 Pekat, Kamis (7/11).
Puluhan siswa berbondong-bondong menaiki Kapal Polisi XXI-2014. Bukan untuk berlayar, melainkan untuk menimba ilmu dan menumbuhkan kecintaan terhadap dunia maritim.
Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Boyke FS Samola memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kreatif ini.
Ia berharap, kegiatan perpustakaan terapung menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan kepedulian generasi muda terhadap laut dan lingkungan.
“Kegiatan ini tidak hanya soal membaca buku, tapi juga tentang memahami pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, para siswa tak sekadar membaca. Mereka juga berdiskusi interaktif dengan personel Polairud, mengenal lebih dekat tugas-tugas polisi perairan, fungsi alat keselamatan dan navigasi kapal, hingga pentingnya menjaga kebersihan pantai dari ancaman sampah.
Komandan Kapal Polisi XXI-2014 Aipda Metusalak Dollu atau yang akrab disapa Capt Metus, turut memberikan motivasi kepada siswa.
“Pengetahuan adalah sumber kekuatan. Dengan pengetahuan, kita bisa memahami dunia,” katanya penuh semangat.
Kepala SMPN 01 Pekat Zupari menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polri. Ia menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih. Anak-anak terlihat sangat antusias dan senang. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.
Perpustakaan terapung ini menjadi langkah nyata Polairud Polda NTB dan Satpolairud Polres Dompu untuk menginspirasi banyak pihak dalam menjaga lingkungan laut.
Sebuah investasi pendidikan yang bukan hanya menumbuhkan pengetahuan, tapi juga kesadaran ekologis sejak dini. (*)
Editor : Marthadi