Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Catatan Sementara Distanbun NTB, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Dompu Terdampak Banjir

Yuyun Kutari • Jumat, 14 November 2025 | 08:41 WIB
BENCANA ALAM: Hujan lebat yang mengguyur, menyebabkan rumah warga terendam, di salah satu desa di Dompu, belum lama ini.
BENCANA ALAM: Hujan lebat yang mengguyur, menyebabkan rumah warga terendam, di salah satu desa di Dompu, belum lama ini.

LombokPost - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Dompu, dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan lahan pertanian milik masyarakat turut terdampak.

“Kami sudah menerima laporan ada lahan pertanian yang terdampak banjir,” terang Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Muhammad Riadi, Kamis (13/11).

Dari data sementara yang terima Distanbun NTB, luas lahan pertanian yang terdampak banjir Dompu mencapai 167,5 hektar, tersebar di dua kecamatan dan tujuh desa.

“Data yang kami terima sampai pagi ini masih sementara. Kami masih menunggu laporan tambahan dari lapangan, dan tim di daerah terus melakukan pemantauan,” ujar pria yang juga kepala Biro Umum Setda NTB tersebut.

Menurutnya, banjir yang terjadi di wilayah Dompu, memang meluas. Kondisi genangan yang terjadi dalam waktu lama dapat mengancam tanaman padi, terutama yang sudah memasuki umur sekitar 80 hari.

“Kalau sawah terendam lebih dari 12 sampai 24 jam, apalagi di umur tanaman 80 hari, maka kemungkinan besar akan gagal panen,” jelasnya.

Saat ini wilayah Dompu tengah memasuki Musim Tanam II (MT2). Umumnya, musim tanam di NTB terbagi menjadi dua periode; MT1 periode Oktober–Maret yang bertepatan dengan musim kemarau, dan MT2 berlangsung April–September yang bertepatan dengan musim penghujan.

Namun, di beberapa daerah, petani dapat menanam hingga tiga kali setahun tergantung kondisi air dan sistem irigasi. “Kalau tanamannya berumur sekitar 80 hari, berarti mereka menanam di akhir September atau awal Oktober. Jadi, saat ini mereka sedang berada pada musim tanam kedua,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak lebih luas dari banjir dan potensi gagal panen, Distanbun NTB telah menyiapkan langkah mitigasi. Salah satunya dengan memberikan bantuan benih bagi petani yang terdampak, melalui program kompensasi dari pemerintah pusat.

“Bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan langsung benih. Ini agar bantuan benar-benar digunakan untuk tanam kembali, bukan untuk kebutuhan lain,” tegasnya.

Terkait dampak banjir terhadap produksi padi tahun 2025, Riadi menilai sejauh ini belum terlalu signifikan. Ia menambahkan, petugas Dinas Pertanian di lapangan terus melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi lahan setiap hari.

Pendataan terhadap petani terdampak juga sudah mulai dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Petugas akan mendata sesuai lokasi dan luas lahan yang terendam. Bantuan benih nanti akan disesuaikan dengan luas lahan yang rusak, bukan berdasarkan jumlah petani,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#bantuan benih #kabupaten dompu #gagal panen #Petani #musim tanam #Banjir #lahan pertanian