LombokPost - Dinas Pariwisata NTB menggelar Workshop Moslem Friendly Tourism, Kamis (13/11).
Workshop yang berlangsung satu hari penuh di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram itu diikuti 70 peserta yang terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, asosiasi pariwisata, akademisi, dan pelaku industri pariwisata di Bumi Gora.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dispar NTB Chandra Aprinova menerangkan, workshop tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di NTB.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong peningkatan pemahaman tentang konsep pariwisata ramah muslim yang inklusif, memperkuat produk dan sertifikasi halal, serta membangun sinergi dan kolaborasi pentahelix dalam mendukung keberlanjutan pariwisata NTB,” kata Candra.
Dijelaskan, workshop yang diikuti oleh pelaku usaha pariwisata itu menghadirkan narasumber ahli di bidang Moslem Friendly Tourism.
Tak hanya itu, Dispar NTB juga menghadirkan pembicara dari perwakilan dari berbagai asosiasi seperti ASITA, HPI, ASTINDO, dan GPPI.
“Selain para ahli, ada juga sejumlah pihak yang turut hadir memberikan pandangan dan pengalaman terkait implementasi wisata ramah muslim di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Mulki dalam sambutannya menyampaikan pariwisata ramah muslim merupakan salah satu sektor strategis dan unggulan yang sejalan dengan prioritas Pemerintah Provinsi NTB.
Terutama dalam mewujudkan pariwisata kelas dunia yang inklusif dan berdaya saing global.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga bentuk silaturahmi dan kolaborasi bersama dalam mewujudkan pariwisata ramah muslim yang mendunia. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan dunia,” ujar Mulki.
Baca Juga: Dinas Pariwisata NTB Akan Buat Satgas Pengamanan Destinasi
Melalui workshop tersebut, diharapkan juga seluruh peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan semangat kolaborasi untuk terus memperkuat pengembangan pariwisata ramah muslim di NTB.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata kita bersama dalam mewujudkan NTB sebagai destinasi pariwisata ramah muslim yang unggul, berkelanjutan, dan mendunia,” harapnya Mulki.
Di saat yang sama, Mulki juga mengabarkan sejumlah terobosan yang dilakukan Dispar NTB tahun ini.
Salah satunya adalah dengan menggelar lomba. Lomba video challenge 2025 itu diharapkan dapat merangsang animo masyarakat khususnya generasi masa kini untuk membuat video kreatif tentang destinasi wisata tersembunyi yang menarik di NTB. (tih/r3)
Editor : Kimda Farida