Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinas Pariwisata NTB Akan Buat Satgas Pengamanan Destinasi

SR

MEMBLUDAK: Kondisi antrean wisatawan yang membludak di Dermaga Gili Trawangan, Minggu lalu (23/7).(IST/LOMBOK POST)
MEMBLUDAK: Kondisi antrean wisatawan yang membludak di Dermaga Gili Trawangan, Minggu lalu (23/7).(IST/LOMBOK POST)
LombokPost--Dinas Pariwisata (Dispar) NTB akan membuat Satuan Tugas (satgas) pengamanan di kawasan wisata. Sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman di destinasi wisata.


Advertisement

”Keamanan ini penting karena bisa mencoreng nama baik pariwisata,” kata Kadispar NTB Jamaluddin.

Jamal mengungkapkan, ia sering mendapatkan laporan terkait dengan kasus kehilangan uang atau barang di kawasan wisata.

Tidak hanya berita kehilangan, kejadian tenggelam yang menyebabkan wisatawan tewas juga marak terjadi akhir-akhir ini.

Advertisement

Merespons sejumlah peristiwa tersebut, pemprov melalui Dispar akan mengintervensi dengan mengakomodasi polisi pantai atau coast guard dengan pengadaan satgas. 

”Harus ada yang semacam satgas itu,” ujarnya.

Satgas di destinasi nantinya akan melibatkan jajaran TNI dan Polri. Juga ketua asosiasi pariwisata hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.

Advertisement

”Sudah didiskusikan dengan Polda dan Dir Pamobvit. Mudah-mudahan dalam tahun ini. Kita siapkan di tanah pemprov,” terangnya. 

 

Selain satgas, Jamal berharap ada peran aktif dari masyarakat lokal. Yang bersama-sama menjaga destinasi.

”Local heronya adalah masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pariwisata tersebut,” ucapnya. 

 

Jamal juga menanggapi terkait dengan keluhan wisatawan asing yang kehilangan sejumlah barang dan uang USD 10 ribu. Korban saat itu sedang berlibur di Gili Trawangan, Lombok Utara.

 

Menurutnya, pihak hotel harus juga bertanggung jawab. Yang kemudian bisa ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.

”Bisa dengan CCTV. Kalau saya sebagai tamu ya tuntut hotelnya kalau tidak bertanggung jawab,” katanya. 

 

Apalagi para pegiat pariwisata, khususnya pengelola hotel pasti paham konsep Sapta Pesona.

 ”Kan itu mulai dari aman, bersih sampai kenangan agar wisatawan betah untuk tinggal dan ingin kembali lagi ke tempat wisata,” tandasnya. (cr-chi/r11) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Lombok Utara Desak Penertiban Sepeda Listrik di Kawasan Tiga Gili 

DPRD Lombok Utara Desak Penertiban Sepeda Listrik di Kawasan Tiga Gili 

Maraknya penggunaan sepeda listrik di kawasan tiga Gili mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Keluhan wisatawan asing

Lima WN Rusia Bayar Ganti Rugi Hasil Curian di Tiga Gili

Lima WN Rusia Bayar Ganti Rugi Hasil Curian di Tiga Gili

Kasus pencurian aksesori di tiga toko kawasan wisata Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan, kini telah berkahir. Itu setelah lima warga ne

Realisasi Baru Rp 7,8 Miliar, Pemprov NTB Kejar Target Rp 60 Miliar Pemanfaatan Aset Gili Trawangan

Realisasi Baru Rp 7,8 Miliar, Pemprov NTB Kejar Target Rp 60 Miliar Pemanfaatan Aset Gili Trawangan

Realisasi aset Gili Trawangan baru Rp 7,8 miliar, Pemprov NTB tetap mengejar target Rp 60 miliar melalui optimalisasi aset daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer