Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BNPT dan FKPT NTB Tekankan Peran Edukasi dan Literasi Digital dalam Pencegahan Terorisme

Yuyun Kutari • Kamis, 20 November 2025 | 07:51 WIB
Suasana Diskusi Kelompok Terpumpun yang digelar BNPT bersama FKPT NTB, berkaitan dengan pencegahan terorisme di wilayah NTB, di Mataram belum lama ini.
Suasana Diskusi Kelompok Terpumpun yang digelar BNPT bersama FKPT NTB, berkaitan dengan pencegahan terorisme di wilayah NTB, di Mataram belum lama ini.

LombokPost - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB, menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun terkait dengan pencegahan terorisme di wilayah NTB, di Mataram belum lama ini.

Tujuannya, memperkuat sinergi antar berbagai pihak dalam upaya pencegahan radikalisasi dan terorisme di wilayah Bumi Gora. Kegiatan ini semakin relevan mengingat isu radikalisasi dan terorisme yang semakin menjadi perhatian serius di Indonesia.

Dalam arahannya, Kepala Biro Perencanaan Hukum dan Humas BNPT Tejo Wijanarko Tejo Wijanarko menegaskan BNPT terus mendorong pelaksanaan program pencegahan terorisme di daerah-daerah, khususnya di NTB, untuk mendukung prioritas nasional di bidang keamanan dan intelijen.

“Indikator utama keberhasilan adalah turunnya Indeks Risiko Terorisme (IRT) nasional. FKPT menjadi ujung tombak BNPT dalam upaya pencegahan di tingkat provinsi,” jelasnya.

Direktur Pertahanan dan Keamanan Bappenas Erik Armundito, mengingatkan pentingnya memperkuat edukasi, terutama di ruang digital, mengingat penyebaran paham radikal yang banyak terjadi melalui dunia maya.

“Generasi muda perlu dilindungi melalui literasi digital dan kegiatan kebangsaan yang masif,” kata dia.

Kepala Bakesbangpoldagri sekaligus Ketua FKPT NTB H Ruslan Abdul Gani menegaskan paham-paham radikalisme yang mengarah pada terorisme merupakan tanggung jawab bersama untuk diberantas.

“Paham intoleran tidak boleh ada di bumi pertiwi, karena tidak sesuai dengan Pancasila yang merupakan dasar negara kita. Pancasila adalah falsafah hidup bangsa dan negara,” tegasnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya program literasi kebangsaan yang kini tengah digencarkan oleh Bakesbangpoldagri NTB, bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan.

“Pembangunan sosial dan ideologis harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur agar ketahanan masyarakat semakin kuat,” ujarnya.

Selama diskusi berlangsung sejumlah narasumber juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dan pelibatan sekolah serta perguruan tinggi dalam program Rembuk Merah Putih.

FKPT NTB merekomendasikan pembentukan forum hingga tingkat kabupaten/kota untuk memperkuat deteksi dini potensi radikalisasi di wilayah tersebut.

Sebagai langkah tindak lanjut, BNPT dan FKPT NTB sepakat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta menciptakan ruang diskusi kebangsaan permanen, seperti Warung NKRI, yang akan diadakan di berbagai daerah.

Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan NTB bisa menjadi contoh dalam mencegah radikalisasi dan terorisme serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Diharapkan, langkah-langkah konkret ini akan membantu menjadikan NTB sebagai wilayah yang aman, damai, serta tangguh dalam menghadapi ancaman ekstremisme dan terorisme.

Melalui sinergi yang semakin erat antar lembaga pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. “Kami harapkan NTB dapat menjadi contoh dalam mencegah radikalisasi dan terorisme, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” tandas Ruslan. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) #paham radikal #keamanan #pancasila #terorisme #radikalisasi #NTB #literasi digital