LombokPost - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), resmi menaikkan status aktivitas Gunung Sangeangapi di Kabupaten Bima, NTB, dari Level I atau Normal menjadi Level II atu Waspada, pada pukul 06.00 WITA, Sabtu (22/11).
Kenaikan status ini didasarkan pada peningkatan aktivitas visual dan kegempaan yang berlangsung sejak awal November. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menyampaikan bahwa pengamatan lapangan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aktivitas vulkanik gunung tersebut.
“Visual Gunung Sangeangapi memperlihatkan asap dari kawah utama serta tembusan baru yang berbeda dari titik erupsi tahun 2014. Hal ini menjadi indikasi bahwa magma sedang mencari jalur keluarnya dan dapat memunculkan aktivitas di titik baru,” jelasnya.
Wafid menambahkan bahwa lonjakan aktivitas kegempaan, mulai dari gempa hembusan hingga gempa vulkanik dalam, turut menguatkan evaluasi peningkatan status.
“Data 1–22 November 2025 menunjukkan peningkatan gempa yang cukup signifikan, sehingga kami menetapkan status Waspada sebagai langkah mitigasi,” ungkapnya.
Peningkatan aktivitas ini juga dipertegas oleh laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sangeangapi.
Petugas pos melaporkan adanya fenomena baru yang belum terlihat pada periode sebelumnya.
Gunung Sangeangapi mengalami peningkatan aktivitas seismik. Secara visual terlihat guguran lava pijar dan hembusan di lokasi baru di bagian barat gunung api.
Keberadaan guguran lava pijar dan hembusan dari titik baru tersebut, menandakan adanya suplai magma yang mulai mencapai permukaan melalui jalur yang berbeda dari kawah utama.
Seiring meningkatnya aktivitas, Badan Geologi menetapkan zona bahaya yang harus sepenuhnya dihindari oleh masyarakat dan wisatawan.
“Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama, serta pada sektoral Timur–Tenggara hingga 6,5 kilometer ke arah garis pantai,” tegas Wafid.
Baca Juga: Status Gunung Semeru Naik ke Level Siaga, Tahun Ini Semeru Sudah Meletus 2.802 kali
Kedua wilayah tersebut dinilai berpotensi mengalami dampak langsung, terutama jika terjadi pelepasan material dari titik baru di sisi barat maupun dari kawah utama.
Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Informasi resmi terkait perkembangan Gunung Sangeangapi dapat diakses melalui situs resmi dan sosial media Badan Geologi.
Editor : Kimda Farida