Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Pembangunan Berbasis Desa dengan Target 2029 Tak Ada Kemiskinan Ekstrem Mulai Digulirkan

Lombok Post Online • Selasa, 25 November 2025 | 09:19 WIB

 

Lalu Muhamad Iqbal
Lalu Muhamad Iqbal
 

LombokPost- Program Desa Berdaya, salah satu program unggulan pemerintahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri mulai digulirkan.

Tujuan utama program pembangunan dari desa tersebut adalah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Sekaligus penguatan ketahanan pangan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, tahap pertama, program tersebut akan mengintervensi 40 desa. Program tersebut diharapkan dapat menghapus kemiskinan ekstrem pada tahun 2029 mendatang.

“Akar dari segala macam persoalan sosial adalah kemiskinan. Hal itu yang menjadi landasan Pemprov NTB menyiapkan dua skema dalam pelaksanaan ‎Program Desa Berdaya,” kata Gubernur Iqbal.

Untuk melaksanakan program tersebut, Gubernur Iqbal memastikan berjalan kolaboratif. Pemprov NTB akan mengorkestrasi seluruh stakeholder pembangunan, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, mitra pembangunan, lembaga filantropi, hingga perusahaan swasta agar terlibat dalam program ini.

“Pendanaan program Desa Berdaya bersumber dari APBD NTB. Namun pelaksanaannya bersifat kolaboratif dengan melibatkan anggaran dari kabupaten/kota, pemerintah pusat, dan mitra pembangunan internasional,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda NTB Iswandi mengatakan, Desa Berdaya merupakan Program Unggulan Kedua (PU2) dari sepuluh program prioritas pembangunan NTB 2025–2029 yang selaras dengan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.

“Program ini mendukung prioritas nasional ke-6 yakni membangun dari desa,” katanya.

Program Desa Berdaya ini menjadi penegasan komitmen Provinsi NTB untuk tampil sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi kawasan Bali–Nusa Tenggara. “Program Desa Berdaya adalah wujud nyata pembangunan inklusif dan kolaboratif yang berangkat dari desa,” bebernya.

Menurut Iswandi, Pemprov NTB menargetkan penurunan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2029. Sedangkan Indeks Desa Membangun (IDM) menunjukkan hanya 37,61 persen desa berstatus mandiri, 42,41 persen maju, dan 19,98 persen berkembang.

Pemprov NTB juga menargetkan peningkatan status desa secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Program ini dijalankan melalui dua pendekatan. Yakni Desa Berdaya Transformatif yang fokus pada 106 desa miskin ekstrem dengan total 16.876 kepala keluarga atau 44.013 jiwa.

“Pendekatan graduasi digunakan, untuk membantu rumah tangga miskin keluar dari kemiskinan melalui intervensi terukur dan berbasis bukti,” katanya.

Selanjutnya Desa Berdaya Tematik mencakup seluruh 1.166 desa dan kelurahan di NTB, dengan prioritas pada 336 desa miskin absolut. Fokusnya adalah pengembangan potensi unggulan desa seperti pertanian, peternakan, pariwisata, energi terbarukan, serta ekonomi kreatif.

“Keberhasilan program sangat bergantung pada kerja bersama lintas pemerintah dan mitra. “Melalui Desa Berdaya, kita ingin memastikan pembangunan tidak berhenti di kota. Semua agenda kewilayahan akan dipusatkan melalui desa agar hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) NTB Lalu Hamdi mengatakan 40 desa tahap pertama akan diintervensi dengan target pendampingan 7.225 kepala keluarga.

Pendamping desa menjadi ujung tombak, mendata dan mengedukasi, juga mendampingi keluarga miskin, agar menemukan potensi usaha yang sesuai. “Dua tahun ke depan, kami ingin keluarga miskin ekstrem benar-benar ke luar dari garis kemiskinan,” tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi mengatakan, Program Desa Berdaya adalah program pembangunan berbasis desa.

Yusron Hadi menjelaskan, pijakan utama pembangunan berbasis desa karena sebagian besar penduduk miskin berada di desa. Selain itu, desa memiliki sumber daya alam pangan, pertanian, perikanan.

“Desa kita sekarang punya sumber daya manusia yang kreatif. Banyak anak muda inovatif tinggal di desa. Kalau potensi ini dikemas dengan baik bisa menjadi kekuatan baru NTB,” ujarnya.

Program Desa Berdaya juga bersinergi dengan pengembangan desa wisata yang memperkuat klaster destinasi nasional dan internasional untuk mempercepat transformasi NTB yang lebih mandiri dan berdaya saing. 

Yusron Hadi menekankan, desa bukan hanya objek pembangunan tetapi juga simpul strategis yang menghubungkan banyak kepentingan lintas sektor.

Program Desa Berdaya mendorong keterhubungan antar desa dengan pusat ekonomi wilayah mulai dari pertanian, industri hingga ekonomi kreatif dengan konsep hilirisasi. (lil/yun/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#kemiskinan ekstrem #desa berdaya #pemprov #NTB #APBD