LombokPost - Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT sepakat melakukan Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KR BNN).
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (25/11).
Penandatanganan MoU KR BNN tersebut dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Sejumlah pejabat ketiga provinsi juga hadir mendampingi kepala daerah masing-masing.
Dalam pertemuan tersebut disepakati sepuluh bidang kerja sama yang dirumuskan dalam Memorandum of Understanding (MoU).
Di antaranya bidang sosial; pariwisata; kebencanaan; ketentraman dan ketertiban; pertanian dan ketahanan pangan; komunikasi dan informatika; perindustrian dan perdagangan; perhubungan; kelautan dan perikanan; serta penanaman modal.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan Gubernur NTB, Gubernur Bali, dan Gubernur NTT pada pertemuan di Gedung Kertha Sabha, Pendopo Gubernur Bali, 3 November 2025.
Pada pertemuan di Bali tersebut, ketiga kepala daerah menyepakati kerja sama sepuluh bidang yang akan dirumuskan dalam MoU yang ditandantangani pada pertemuan di NTB.
Selanjutnya akan dilakukan pertemuan di NTT pada Desember mendatang untuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang menjadi penggagas inisiatif pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam mewujudkan integrasi ekonomi, energi, dan konektivitas di kawasan timur Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong kawasan Bali-Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi, pusat pariwisata internasional, dan penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
“Kerja sama Bali, NTB, dan NTT memiliki potensi yang saling melengkapi dari energi, logistik, hingga pariwisata,” katanya.
Gubernur Iqbal menambahkan, kerja sama regional ini dilandasi atas nilai historis dan potensi unggulan masing-masing daerah.
Jika potensi ketiga daerah ini dikembangkan secara bersama-sama, maka akan mampu memajukan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Semua bidang yang akan dikerjasamakan ini akan diintegrasikan. Misalnya bidang pariwisata, pertanian, kelautan, dan perhubungan.
“Masing-masing daerah memiliki kebijakan yang bisa diaplikasikan di daerah lain,” katanya.
Salah satu bentuk integrasi ketiga daerah yakni sektor strategis seperti pariwisata, energi, serta perhubungan baik laut, darat maupun udara.
“Secara geografis, Provinsi NTB bisa sebagai jembatan penghubung antara Bali dan NTT. NTB bisa menjadi penghubung jembatan ekonomi dan sosial antara dua provinsi ini,” katanya.
Gubernur Iqbal menambahkan, inisiasi kerja sama berawal dari pertemuan informal antara ketiga gubernur yang kemudian berkembang menjadi kesadaran kolektif tentang kuatnya keterikatan ketiga daerah.
“Awalnya kami hanya kongko-kongko bertiga. Dari diskusi itu, kami sampai pada satu kesadaran bahwa tiga provinsi ini bukan sekadar harus bekerja sama, tapi ditakdirkan untuk bekerja sama. Ini adalah takdir buat kami,” katanya.
Gubernur Iqbal menuturkan, Bali, NTB, dan NTT memiliki kesamaan historis, sosiologis, demografis, ekologis hingga geologis. Ketiganya merupakan bagian dari wilayah yang dahulu dikenal sebagai Sunda Kecil, yang secara geografis dan budaya saling terhubung.
"Jadi Sunda Kecil itu adalah kami bertiga. Dan kalau lihat di dalam peta ini, ini satu sama lain tidak terpisahkan. Baik dari supplay chains dan sebagainya," tegasnya.
Selain kesamaan latar belakang, ketiga provinsi juga memiliki visi yang selaras dalam pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Sebagai wilayah kepulauan, Gubernur Iqbal menegaskan Bali, NTB, dan NTT berada pada garis depan risiko perubahan iklim sehingga membutuhkan langkah bersama untuk mitigasi dan pengelolaan lingkungan.
“Kami ini pulau-pulau kecil. Kalau climate change tidak terkendali, kitalah korban pertamanya. Karena itu, komitmen terhadap ekonomi hijau sangat penting,” ucapnya.
Di sisi lain, potensi kelautan yang besar juga menjadi alasan penguatan visi ekonomi biru.
“Laut adalah kekayaan kami. Dari laut kami hidup dengan ikan, hasil laut, sekaligus menjadi daya tarik wisata. Karena itu laut harus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades menegaskan kesepakatan tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi daerah dan masyarakat.
“Ketiga daerah punya potensi unggulan masing-masing. Potensi tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi daerah dan masyarakat jika dikembangkan secara bersama-sama,” kata I Wayan Koster.
“Kerja sama ini akan memperkuat ekonomi NTB, NTT, dan Bali. Kita mulai dari apa yang menjadi kebutuhan masing-masing,” kata Emanuel Melkiades.
Editor : Kimda Farida