Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLN Tanam 5.300 Pohon di Lombok Timur, Bisa Serap 1.500 Ton Emisi Karbondioksida Per Tahun

Marthadi • Senin, 1 Desember 2025 | 18:51 WIB

Aksi menanam ribuan bibit pohon yang dilakukan PLN di pesisir Lombok Timur.
Aksi menanam ribuan bibit pohon yang dilakukan PLN di pesisir Lombok Timur.


LombokPost – PLN menggebrak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 dengan aksi besar: menanam 5.000 bibit mangrove dan 300 tanaman pesisir di Desa Jerowaru dan Desa Sugihan, Lombok Timur, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan bertajuk Roots of Energy ini digelar serentak secara nasional sebagai bagian dari komitmen PLN menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat peran sektor kelistrikan dalam mitigasi krisis iklim.

Di Lombok Timur, aksi lingkungan ini melibatkan 211 pegawai PLN Group NTB bersama 50 warga setempat, termasuk Pokdarwis Bale Mangrove dan siswa SDN 4 Jerowaru.

Mereka menanami kawasan pesisir yang masuk dalam zona konservasi untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap abrasi dan perubahan iklim.

Baca Juga: Senat Unram Tetapkan Lima Bakal Calon Rektor, Proses Dipastikan Objektif

Tidak hanya menanam pohon, PLN juga menggelar sosialisasi lingkungan yang membahas fungsi ekosistem pesisir, manfaat vegetasi pantai, hingga pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam.

Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Wijaya yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif PLN dengan masyarakat.

“Ini warisan penting bagi generasi mendatang. Buktinya, pembangunan tetap bisa berjalan seiring pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Syukuran HUT Ke-75, Polairud Polda NTB Galang Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menjelaskan lokasi penanaman dipilih berdasarkan pemetaan sosial dan ekologi.

Desa Jerowaru memiliki potensi mangrove seluas 45,32 hektare, sedangkan Desa Sugihan memiliki peluang pengembangan kawasan pesisir seluas 7,46 hektare.

“Penanaman ini memperkuat fungsi ekologis pesisir dan meningkatkan kualitas lingkungan dalam jangka panjang. Ini investasi bagi masa depan,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan komitmen PLN terhadap Asta Cita 6, konservasi keanekaragaman hayati, serta penguatan agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Upacara HUT Ke-54 KORPRI NTB: ASN Ditekankan Siaga, Solid, dan Berintegritas

Penanaman ribuan bibit tersebut diproyeksikan dapat menyerap lebih dari 1.500 ton karbondioksida per tahun di masa mendatang, menjadikannya salah satu kontribusi signifikan PLN dalam pemulihan ekosistem pesisir NTB.

Gerakan Roots of Energy menegaskan peran PLN dalam mendukung tujuan SDGs 13, 14, dan 15 melalui aksi nyata menjaga keseimbangan alam, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di NTB. (*)

Editor : Marthadi
#Roots of energy #Mangrove #Lombok Timur #hari menanam pohon indonesia #PLN UIP Nusra