Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sertifikasi SNI Kunci Daya Saing, Dekranasda NTB Kuatkan Kapasitas SDM Lewat Pelatihan Kurasi Produk

Yuyun Kutari • Rabu, 3 Desember 2025 | 07:55 WIB
Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal (dua dari kanan), memberi sambutan di pelatihan Penguatan Kapasitas SDM Dekranasda NTB dan Kab/Kota se-NTB melalui Teknik Kurasi Produk, di Mataram, Selasa (2/12).
Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal (dua dari kanan), memberi sambutan di pelatihan Penguatan Kapasitas SDM Dekranasda NTB dan Kab/Kota se-NTB melalui Teknik Kurasi Produk, di Mataram, Selasa (2/12).

LombokPost - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB menggelar kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas SDM Dekranasda NTB dan Kabupaten/Kota se-NTB melalui Teknik Kurasi Produk. Menghadirkan puluhan peserta perwakilan dekranasda kabupaten dan kota, serta dua pemateri dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), berlangsung di Mataram, Selasa (2/12).

Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal menegaskan pelatihan ini sangat krusial, karena bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan bagi pengurus Dekranasda, dalam melakukan kurasi produk kriya unggulan daerah, agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Kita berkomitmen membawa kerajinan lokal naik kelas ke pasar nasional hingga internasional,” tegasnya.

Sebagai upaya mengangkat kualitas produk daerah tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pihak terkait. “Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, Dekranasda sendiri tidak bisa, jadi yang perlu kita lakukan adalah kolaborasi,” ujarnya.

Adapun tahapan pembinaan dan kurasi produk sangat penting. Dari proses kurasi awal, ia menangkap bahwa beberapa produk kerajinan sudah memiliki kualitas menengah, namun masih memerlukan sentuhan akhir untuk mencapai standar yang lebih tinggi.

Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) diharapkan menjadi nilai tambah yang mampu memicu semangat para pengrajin. Dengan SNI, Sinta optimis akan semakin terbuka jalan bagi produk NTB untuk merambah pasar luar daerah maupun luar negeri. “Insya Allah bisa lebih mendunia lagi ke depannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menitipkan pesan khusus untuk disebarluaskan kepada seluruh pelaku UMKM, terutama sektor kuliner. "UMKM kuliner itu tidak punya rumah selain dari instansi pemerintah seperti dinas perdagangan atau dinas perindustrian," ungkapnya.

Berbeda dengan kerajinan (kriya) yang memiliki banyak 'rumah' atau dinaungi oleh berbagai instansi pemerintah. Ia pun berjanji akan menjembatani peningkatan standar untuk produk kuliner di NTB.

“Saya titip juga tolong disebar luaskan kepada teman-teman UMKM kita dari bidang apapun, mungkin nanti karena kita sudah punya teman-teman BSN yang ada di Lombok Tengah, saya rasa terbuka untuk konsultasi," ujarnya.

Sinta mengajak seluruh Dekranasda 10 kabupaten/kota untuk aktif menjalin kerjasama dengan Dekranasda NTB, khususnya terkait peningkatan produk dan kualitas.

“Ini untuk mencapai tujuan kita bersama, mengangkat kerajinan NTB untuk semakin naik dan layak bersaing,” tandasnya.

Pemateri dari BSN Dian Komala menegaskan penerapan standar merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas dan keamanan produk kerajinan di Indonesia, khususnya di NTB. Standar produk dibuat bukan sekadar aturan, tetapi sebagai bentuk perlindungan, baik bagi para pengguna produk maupun bagi pelaku usaha selama proses produksi.

Penerapan standar tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga memberikan manfaat luas seperti mendorong perdagangan global, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memacu inovasi, dan melindungi konsumen dari sisi keamanan, kesehatan, keselamatan, serta lingkungan.

Ia mengapresiasi Dekranasda NTB yang telah menyelenggarakan program pelatihan, sebagai upaya mendorong penerapan standar secara lebih luas di kalangan perajin.

Produk yang telah memiliki sertifikasi SNI, misalnya, mendapatkan pengakuan dari pihak ketiga yang memastikan bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan kualitas. “Berbeda dengan klaim sepihak produsen, sertifikasi memberikan legitimasi bahwa produk tersebut benar-benar bermutu,” tandasnya.

Pemateri dari BSN Suhaimi A. Kasman menegaskan kurasi produk merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu serta daya saing produk UMKM dan IKM binaan Dekranasda. Kurasi produk adalah proses seleksi, penilaian, dan penyaringan untuk memastikan produk binaan memenuhi standar mutu, keamanan, daya saing, serta kesesuaian dengan kebutuhan pasar.

“Kurasi dilakukan sebelum produk diarahkan ke tahap pembinaan lebih lanjut, promosi, pameran, maupun sertifikasi formal seperti SNI,” ujarnya.

Kurasi memiliki sejumlah manfaat strategis. Di antaranya memastikan produk yang ditampilkan benar-benar mewakili mutu terbaik daerah, memperkuat daya saing UMKM di pasar lokal maupun global, serta mendorong produk agar siap mengikuti sertifikasi SNI.

Selain itu, proses kurasi juga membantu meminimalkan risiko peredaran produk yang tidak aman atau tidak layak pasar. Upaya ini sekaligus dapat menciptakan standar kurasi lokal yang selaras dengan standar nasional, sehingga kualitas produk daerah semakin terjaga dan kompetitif.

Editor : Akbar Sirinawa
#dekranasda #kriya #produk daerah #pelaku UMKM #standar nasional indonesia #sni #NTB #kerajinan #Pertumbuhan Ekonomi