Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas ESDM NTB Jelaskan Fenomena “Gunung Menangis” di Sembalun, Warga Tak Perlu Panik

Yuyun Kutari • Minggu, 14 Desember 2025 | 21:34 WIB
Tangkapan layar dari
Tangkapan layar dari

LombokPost-Belakangan ini, muncul fenomena “air terjun dadakan” atau yang viral di masyarakat dengan sebutan “gunung menangis” di kawasan Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Peristiwa tersebut mendapat penjelasan resmi dari Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Niken Arumdati, Minggu (14/12).

Niken mengatakan berdasarkan hasil kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, fenomena tersebut merupakan proses alamiah yang dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.

“Kondisi ini menyebabkan peningkatan limpasan permukaan atau runoff pada lereng-lereng perbukitan di wilayah Sembalun, khususnya di sekitar Desa Sembalun Bumbung,” tegasnya.

Penjelasan ini sekaligus meluruskan pernyataan dari oknum yang menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan sinyal bahaya bagi warga Sembalun, dan bisa memicu bencana bencana Hidrometeorologi.  

Niken menegaskan secara geologi, perbukitan di kawasan Sembalun tersusun atas breksi vulkanik dan lava yang bersifat relatif kedap air.

Akibatnya, air hujan tidak dapat terserap secara optimal ke dalam tanah dan kemudian mengalir di permukaan mengikuti alur-alur alami seperti sungai atau cekungan intermiten.

Pada saat debit air meningkat, aliran tersebut tampak seperti air terjun yang muncul secara sementara. “Fenomena ini bersifat sementara dan akan berangsur menghilang seiring dengan menurunnya intensitas hujan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Badan Geologi Kementerian ESDM RI, kata Niken, telah menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas kegunungapian maupun fenomena geologi berbahaya lainnya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik.

“Kami pastikan kejadian ini tidak berhubungan dengan aktivitas gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” kata Niken.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat, khususnya di daerah lereng curam dan tebing.

Potensi bahaya yang perlu diantisipasi antara lain kondisi jalan yang licin serta material tanah atau batuan yang dapat terbawa aliran air.

Dinas ESDM NTB memastikan akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM, Pemkab Lombok Timur, BPBD NTB, serta pihak terkait lainnya guna melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat.

Editor : Marthadi
#kementerian esdm #lava #vulkanik #sembalun #NTB #geologi #Dinas ESDM #air terjun