Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perkuat Konektivitas, Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat, Lombok Jadi Simpul Penghubung Penerbangan

Lombok Post Online • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:22 WIB

 

KONEKTIVITAS: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat saat menghadiri peresmian penerbangan perdana Wings Air rute Malang (MLG)–Lombok (LOP), Senin (15/12).
KONEKTIVITAS: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat saat menghadiri peresmian penerbangan perdana Wings Air rute Malang (MLG)–Lombok (LOP), Senin (15/12).
 

LombokPost - Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya untuk meningkatkan konektivitas Provinsi NTB dengan daerah lain di Indonesia, bahkan dengan dunia internasional.

Pesawat Wing Air yang lepas landas dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang ini menandai babak baru penguatan konektivitas udara antara Provinsi Jawa Timur dan NTB.

Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pariwisata.

“Penguatan konektivitas ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatkan daya saing pariwisata, serta bisnis, dan mobilitas masyarakat,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri peresmian penerbangan perdana Wings Air rute Malang (MLG)–Lombok (LOP), Senin (15/12).

Rute ini dijadwalkan beroperasi secara rutin empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

“Pembukaan rute Malang-Lombok ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antara Jawa Timur dan NTB, sekaligus membuka peluang baru bagi pariwisata dan pergerakan ekonomi kedua daerah," katanya.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan pemerintah akan terus mendorong penguatan konektivitas baik secara domestik maupun internasional. “Lombok kami dorong menjadi simpul penghubung penerbangan, agar pergerakan wisatawan tidak lagi harus terpusat di Bali atau Jakarta, tetapi dapat terdistribusi melalui Lombok," katanya.

Gagasan menjadikan Lombok sebagai simpul pergerakan penerbangan berangkat dari diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata dan penerbangan.

Wisatawan Eropa dan Amerika yang melakukan perjalanan jarak jauh ke Asia umumnya tinggal dalam durasi cukup panjang dan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya. Namun, keterbatasan konektivitas antardestinasi selama ini menjadi tantangan utama pariwisata nasional.

Kondisi tersebut membuat Lombok kerap dianggap jauh dan kurang praktis, meskipun memiliki daya tarik wisata kelas dunia. Dengan penguatan fungsi feeder, Lombok kini semakin mudah diakses dan terhubung dengan berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, Wings Air telah membuka dan mengembangkan rute dari Lombok menuju Bima, Waingapu, Tambolaka, Labuan Bajo, Bali, Makassar serta Malang. Ddan dalam waktu dekat direncanakan membuka rute ke Bandung.

Frekuensi penerbangan yang sebelumnya hanya beberapa kali dalam sepekan, kini meningkat signifikan hingga dua kali sehari pada rute tertentu.

Penguatan konektivitas ini dinilai strategis tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga logistik, mobilitas masyarakat serta aktivitas pendidikan dan sosial.

“Konektivitas udara ini tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga mendukung logistik, mobilitas masyarakat serta aktivitas pendidikan dan sosial, mengingat besarnya komunitas perantau asal Jawa Timur dan mahasiswa Malang di Lombok," lanjutnya.

Ke depan, fokus pengembangan diarahkan pada pembukaan rute internasional guna mendorong peningkatan incoming tourism. Sejumlah maskapai telah menyatakan ketertarikan membuka rute ke Lombok. Seperti Perth, Bangkok dan kawasan Australia Utara. Maskapai besar seperti Jetstar dan Qantas juga tengah melakukan kajian pembukaan penerbangan langsung dari beberapa kota di Australia.

“Ke depan, kami fokus mendorong pembukaan rute internasional untuk meningkatkan incoming tourism sekaligus memperkuat posisi Lombok di peta penerbangan regional dan global”, ujarnya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini juga tengah membahas pembukaan rute internasional secara bertahap dan temporer. Selain itu, Bandara Internasional Lombok diarahkan untuk bertransformasi menjadi airport hub yang tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga sebagai ruang yang nyaman bagi penumpang.

“Bandara Lombok akan kami arahkan menjadi airport hub yang nyaman, tidak hanya sebagai tempat transit, tetapi juga untuk berbelanja, bersantap dan beraktivitas,” tambahnya.

Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan investasi, pengembangan konektivitas udara ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Lombok sebagai simpul strategis pariwisata dan transportasi nasional. (lil/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#konektivitas #malang #NTB #Lombok #Pariwisata