LombokPost – Paguyuban Selaparang Mandalika Keris menggelar kegiatan “Tenten Sejelo Sekelem” di Pasar Seni Sayang-Sayang, Minggu (21/12), dengan memadukan aksi donor darah dan aktivitas budaya perkerisan sebagai upaya menghidupkan kembali ruang seni serta memperkuat jejaring komunitas.
Ketua Paguyuban Selaparang Mandalika Keris Mubin Abdullah, menjelaskan kegiatan ini merupakan program jaga pendek kepengurusan baru yang dirancang tidak hanya sebagai agenda budaya, tetapi juga gerakan sosial kemasyarakatan.
“Kami sebagai komunitas budaya merasa terpanggil untuk hadir langsung ke masyarakat. Donor darah ini bagian dari kontribusi sosial kami,” ujar Mubin.
Aksi donor darah dilaksanakan melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan ini telah disosialisasikan beberapa hari sebelumnya kepada jejaring komunitas dan penghubung agar partisipasi masyarakat dapat berjalan optimal.
Menurut Mubin, donor darah ini juga menjadi pintu masuk bagi agenda yang lebih luas ke depan, yakni penguatan fungsi komunitas sebagai ruang edukasi budaya, termasuk rencana edukasi perkerisan ke sekolah-sekolah.
Selain donor darah, Tenten Sejelo Sekelem juga dirancang sebagai pasar singkat yang melibatkan komunitas perkerisan dan batu mulia dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Konsep ini diharapkan mampu menggerakkan UMKM berbasis budaya dan memperkuat interaksi antarkomunitas.
Pemilihan Pasar Seni Sayang-Sayang sebagai lokasi kegiatan disebut sebagai bagian dari ikhtiar menghidupkan kembali ruang seni yang sempat kehilangan denyut aktivitas.
“Kami ingin pasar seni ini kembali ramai seperti dulu. Budaya harus diberi ruang, dan ruang itu harus dihidupkan dengan kegiatan,” katanya.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh, dari siang hingga malam. Konsep satu hari itulah yang melatarbelakangi penggunaan istilah tenten atau pasar singkat dalam penamaan kegiatan.
Selain itu, panitia juga menampilkan pameran pusaka dan lelang keris sebagai bagian dari edukasi publik. Sejumlah keris bernilai tinggi dipamerkan oleh para kolektor, dengan tujuan memperkenalkan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi pusaka kepada masyarakat.
Mubin menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dunia perkerisan. Menurutnya, keberlanjutan budaya hanya bisa terjaga jika anak muda diberi ruang untuk terlibat dan berkreasi.
“Kami berharap dukungan pemerintah dan masyarakat agar program-program anak muda perkerisan ini bisa berjalan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Paguyuban Selaparang Mandalika Keris berencana menjadikan Tenten Sejelo Sekelem sebagai agenda rutin dengan pola kolaborasi yang terus diperluas.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin