Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dukung Program Kesehatan Daerah, STIKES HAMZAR Wisuda 126 Lulusan

Yuyun Kutari • Selasa, 23 Desember 2025 | 07:58 WIB
Foto bersama usai pelaksanaan wisuda dan pengambilan sumpah profesi STIKES HAMZAR, di Mataram, Senin (22/12).
Foto bersama usai pelaksanaan wisuda dan pengambilan sumpah profesi STIKES HAMZAR, di Mataram, Senin (22/12).

LombokPost - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) HAMZAR menggelar Wisuda dan Pengambilan Sumpah Profesi yang berlangsung dengan penuh khidmat di Mataram, Senin (22/12).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang siap mengabdi kepada masyarakat, khususnya di wilayah NTB.

Pada wisuda kali ini, STIKES HAMZAR meluluskan sebanyak 126 orang dari berbagai program studi. Rinciannya, 105 orang berasal dari Program Studi Profesi Bidan, 14 orang dari Program Studi Profesi Ners, 4 orang dari Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, serta 3 orang dari Program Studi S1 Pendidikan Bidan.

Seluruh lulusan tersebut secara resmi diambil sumpah profesinya sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat TGH Hazmi Hamzar mengatakan penyelenggaraan wisuda ini merupakan bagian dari kontribusi nyata STIKES HAMZAR dalam membantu Pemprov NTB, menangani persoalan kesehatan daerah.

Kebutuhan akan tenaga kesehatan profesional di NTB terus meningkat, sehingga perguruan tinggi kesehatan dituntut untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

STIKES HAMZAR bahkan melaksanakan wisuda dua kali dalam setahun sebagai respons atas tingginya kebutuhan tenaga kesehatan. “Jika hanya satu kali wisuda dalam setahun, tentu tidak akan memadai untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang terus bertambah,” ujarnya.

Program profesi, lanjutnya, memiliki karakteristik dan kebutuhan tersendiri, baik dari segi kompetensi keilmuan maupun praktik lapangan, karenanya kampus telah memberikan bekal ilmu pengetahuan sesuai standar nasional, disertai dengan praktik yang menekankan profesionalisme.

Namun, ia mengingatkan kemampuan teknis saja tidak cukup. Tenaga kesehatan harus mampu merawat pasien dengan pendekatan hati, tanpa melibatkan emosi atau perasaan pribadi.

“Pendekatan humanis ini, sangat penting dalam dunia kesehatan,” terang mantan anggota DPRD NTB tersebut.

Ia mencontohkan, ketika pasien datang dengan suatu keluhan, tenaga kesehatan tidak boleh langsung melakukan tindakan tanpa memahami kondisi pasien secara menyeluruh.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat TGH Hazmi Hamzar
Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat TGH Hazmi Hamzar

Proses komunikasi, analisis, dan empati harus dikedepankan agar pasien merasa diperhatikan. Bahkan, dalam beberapa kondisi, sekadar berdialog dan memberikan ketenangan dapat membantu proses penyembuhan pasien.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam mendampingi ibu hamil, terutama pada kehamilan pertama. Banyak ibu yang merasa takut dan cemas akibat minimnya pengalaman, sehingga kondisi psikologis tersebut dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, tenaga kesehatan di desa memiliki peranan strategis, termasuk dalam mendukung program penanganan stunting yang menjadi perhatian pemerintah.

Sehingga STIKES HAMZAR terus berupaya mempersiapkan tenaga kesehatan profesional yang siap melayani kapan pun dan di mana pun. “Para lulusan yang telah mengucapkan sumpah profesi diharapkan mampu mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi menyampaikan seluruh institusi pendidikan tinggi, termasuk STIKES HAMZAR, merupakan bagian integral dari ekosistem Sains dan Teknologi.

Menurutnya, paradigma pendidikan tinggi tidak lagi bertumpu pada metode konvensional semata, melainkan harus berbasis pada penguasaan sains dan teknologi.

Memasuki era industri 4.0 dan menuju smart society 5.0, perguruan tinggi dituntut untuk mendorong riset dan inovasi yang terintegrasi dengan teknologi mutakhir seperti komputerisasi, robotika, dan informatika, termasuk di bidang kesehatan.

“Kami berharap penerapan konsep industri 4.0 mampu mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menyampaikan apresiasi kepada STIKES HAMZAR atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan di NTB.

“Momen wisuda ini menjadi energi tambahan untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini, IPM NTB telah mencapai angka 73 dengan usia harapan hidup 72 tahun.

Capaian tersebut menunjukkan angka kesakitan dan kematian di NTB mengalami penurunan yang signifikan. Meski demikian, ia menegaskan, upaya dan ikhtiar tetap harus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan prinsip pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Secara khusus, dirinya berpesan kepada para bidan dan perawat agar mampu berkolaborasi dan bekerja secara terintegrasi dalam menghadapi tantangan besar, seperti menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Tenaga kesehatan tidak dapat bekerja secara individual, melainkan harus bersinergi lintas profesi dan lintas sektor. Menutup sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya jajaran STIKES HAMZAR, atas dedikasinya dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas.

“Saya berharap kolaborasi antara institusi pendidikan dan Pemerintah Provinsi NTB dapat terus terjalin guna mendukung peningkatan kualitas SDM dan pelayanan kesehatan yang lebih baik di masa mendatang,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#sumber daya manusia #keperawatan #Tenaga Kesehatan #program studi #Sumpah Profesi #Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) #pelayanan kesehatan #lulusan #Kesehatan #Bidan #NTB #kampus #wisuda