LombokPost - Menjelang pergantian tahun, Pemprov NTB memastikan seluruh persiapan menyambut malam tahun baru berjalan dengan baik. Di tengah meningkatnya antusiasme wisatawan, perhatian khusus juga diberikan pada aspek keamanan dan keselamatan, terutama menyikapi peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia menyampaikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata, telah dilakukan guna memastikan layanan wisata tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung.
“Alhamdulillah, hingga saat ini komunikasi dan koordinasi dengan para pengelola destinasi wisata berjalan dengan baik. Ini menjadi kunci agar pelayanan kepada wisatawan tetap optimal, terutama di momen libur akhir tahun,” ujarnya, Rabu (31/12).
Baca Juga: Apel Puncak Siaga Pengamanan Tahun Baru, Kodim 1620/Lombok Tengah Maksimalkan Siaga Personel
Ahmad Nur Aulia mengungkapkan tingkat okupansi hotel pada akhir tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Di kawasan Mandalika, tingkat hunian hotel telah mencapai sekitar 90 persen.
Sementara itu, kawasan 3 Gili dan Kota Mataram mencatat okupansi sekitar 85 persen, dan destinasi lainnya juga mendekati angka 80 persen. “Capaian ini menjadi momentum positif bagi kemajuan pariwisata NTB. Kami berharap tren ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada tingginya jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata NTB juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk perencanaan kalender acara yang lebih terstruktur. Menurutnya, kualitas dan dampak kegiatan menjadi prioritas utama.
“Kami tidak sekadar mengejar kuantitas event, tetapi lebih pada dampak yang dihasilkan, seperti peningkatan okupansi hotel, perpanjangan lama tinggal wisatawan, serta kontribusi ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga: Dari Islamic Art hingga Digital, Museum NTB Jadi Magnet Wisata Budaya
Upaya tersebut juga mencakup penyelarasan agenda kegiatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bahkan hingga kerja sama lintas negara. Momentum pergantian tahun ini dinilai sangat penting bagi sektor pariwisata NTB.
Pemprov NTB mendorong masyarakat dan wisatawan untuk tetap menikmati euforia tahun baru di berbagai destinasi wisata yang tersedia. Lonjakan kunjungan wisatawan di akhir tahun pun dinilai mencerminkan potensi besar pariwisata daerah.
Namun demikian, Ahmad Nur Aulia mengingatkan wisatawan agar tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, khususnya terkait kebersihan, keamanan, dan keselamatan.
“Kami mengimbau wisatawan untuk selalu waspada dan mengikuti aturan yang ditetapkan. Kenyamanan dan keselamatan adalah kunci agar liburan dapat dinikmati dengan penuh kebahagiaan,” tegasnya.
Baca Juga: Termasuk NTB, BMKG Prediksi Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Selama Libur Nataru
Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko, terutama di destinasi wisata alam seperti air terjun, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Pengaturan kapasitas pengunjung akan terus disesuaikan dengan situasi di lapangan melalui koordinasi dengan para pengelola destinasi.
Terkait capaian kunjungan wisatawan, Ahmad Nur Aulia menyebutkan bahwa hingga November 2024, jumlah wisatawan yang masuk ke NTB melalui berbagai pintu masuk utama telah mencapai sekitar 2,17 juta kunjungan. Angka tersebut belum termasuk data kunjungan bulan Desember.
“Kami optimistis target 2,3 juta wisatawan dapat tercapai hingga akhir tahun, melihat tren positif yang terus meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: TOP 5 Kuliner di Kota Mataram NTB yang Paling Ikonik dan Selalu Ramai, Banyak Diburu Wisatawan
Pertumbuhan kunjungan wisatawan pada momen akhir tahun ini didominasi oleh wisatawan domestik dan internasional, dengan tingkat okupansi hotel berkisar antara 80 hingga 90 persen. Capaian ini menjadi kabar baik sekaligus motivasi bagi Pemprov NTB untuk terus menghadirkan pengalaman wisata terbaik di masa mendatang.
Editor : Kimda Farida