Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Dikepung 578 Bencana Sepanjang 2025, Ternyata Bukan Gempa yang Paling Mematikan!

Nurul Hidayati • Senin, 5 Januari 2026 | 13:15 WIB
Salah satu bencana banjir yang terjadi di Bima pada tahun 2025 lalu.
Salah satu bencana banjir yang terjadi di Bima pada tahun 2025 lalu.

LombokPost - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru saja melewati tahun 2025 yang penuh tantangan.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengungkap fakta mengejutkan sebanyak 578 kejadian bencana telah mengguncang wilayah ini dalam setahun terakhir.

Banyak yang mengira gempa bumi adalah ancaman utama, namun statistik berkata lain.

 Baca Juga: BPBD NTB Klaim Rp 15 Miliar BTT Cukup Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Kebakaran Pemukiman justru menjadi "monster" yang paling sering muncul dengan total 373 kejadian. Sementara itu, dari kategori bencana alam, banjir dan cuaca ekstrem tetap menghantui masyarakat.

Berdasarkan rincian jenis kejadian yang ada, tercatat insiden tertinggi adalah Kebakaran Pemukiman sebanyak 373 kejadian, diikuti oleh Banjir/Bandang/Rob sebanyak 104 kejadian, Cuaca Ekstrem sebanyak 62 kejadian, Tanah Longsor sebanyak 15 kejadian, dan Kekeringan sebanyak 9 kejadian.

Lombok Timur dan Tengah Jadi Wilayah Terparah Dari sisi geografis, Kabupaten Lombok Timur menduduki urutan pertama wilayah paling rawan dengan 136 kejadian, disusul ketat oleh Lombok Tengah dengan 115 kejadian.

Sementara di Pulau Sumbawa, Kabupaten Bima menjadi titik terpanas dengan 84 insiden.

Dampak Manusia dan Infrastruktur Tragedi ini bukan sekadar angka. Sebanyak 17 orang dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 172 ribu jiwa harus merasakan dampak langsung dari rentetan bencana ini.

 Baca Juga: BPBD NTB Siapkan Skema Evakuasi Masyarakat Gunung Sangeang Api

Kerusakan fisik pun tak main-main 44.499 rumah terendam air. 942 rumah rusak (berat, sedang, hingga ringan). 135 fasilitas publik (sekolah, kantor, dan tempat ibadah) mengalami kerusakan.

Laporan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga NTB untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana di tahun-tahun mendatang.

Editor : Jelo Sangaji
#BPBD #Sumbawa #Banjir #NTB #Bencana #Lombok