Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur Iqbal Tegaskan Promosi ASN Pemprov NTB Beralih ke Manajemen Talenta, Tinggalkan Pola Seleksi Terbuka

Yuyun Kutari • Rabu, 14 Januari 2026 | 10:46 WIB
MOTIVASI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan arahan, usai melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon II dan eselon III lingkup Pemprov NTB, pekan lalu.
MOTIVASI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan arahan, usai melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon II dan eselon III lingkup Pemprov NTB, pekan lalu.

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan arah baru dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN).

Hal itu ditunjukkan dengan memastikan sistem seleksi terbuka untuk jabatan Eselon II dan beauty contest untuk Eselon III akan diakhiri.

“Kebijakan ke depan, pengembangan karier dan promosi jabatan ASN sepenuhnya akan berbasis Manajemen Talenta ASN,” terang Kepala Diskominfotik NTB Ahsanul Khalik, Selasa (13/1). 

Sebagai tahapan transisi, seleksi terbuka digunakan untuk terakhir kalinya, dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) yang saat ini masih kosong (lihat grafis).

Kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen kuat kepala daerah, dalam menegakkan sistem merit di lingkungan birokrasi. 

Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat.

“Ke depan, karier aparatur harus dipandu oleh Manajemen Talenta ASN yang berbasis kinerja dan potensi. Ini lebih adil bagi ASN sekaligus menguntungkan organisasi,” tegas pria yang juga juru bicara Pemprov NTB tersebut. 

Melalui penerapan Manajemen Talenta ASN, Pemprov NTB akan menggunakan pemetaan talenta atau talent mapping.

Dilakukan dengan pendekatan 9-Box, sebagai dasar pengambilan keputusan karier. 

ASN akan dinilai secara objektif berdasarkan kinerja nyata dan potensi pengembangan yang dimiliki. Sistem ini juga dirancang untuk menjamin regenerasi kepemimpinan.

Serta menjaga kesinambungan organisasi, dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Khalik mengingatkan seluruh ASN Pemprov NTB bersiap menghadapi perubahan tersebut.

Manajemen Talenta menuntut keseriusan ASN dalam menjaga kinerja sekaligus terus meningkatkan kompetensi.

“ASN harus menunjukkan hasil kerja yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya. 

Gubernur tegasnya, akan memberikan perhatian dan prioritas kepada pejabat yang sebelumnya mengalami demosi.

Dengan catatan mampu menunjukkan komitmen dan loyalitas melalui kinerja terbaik bagi kepentingan masyarakat.

Dengan kebijakan ini, Pemprov NTB menegaskan langkah tegas menuju birokrasi modern yang profesional, objektif, dan berkeadilan.

“Karier ASN tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling menonjol dalam panggung seleksi, melainkan oleh rekam jejak kinerja, kapasitas, serta integritas yang teruji dari waktu ke waktu,” jelasnya. 

Sementara itu, seleksi terbuka dan beauty contest yang terakhir kalinya, akan segera dibuka. “Sekarang teman-teman di BKD sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” tandas Khalik. 

Kepala BKD NTB Tri Budiprayitno menegaskan langkah konkret awal yang harus dilakukan. Yakni pemetaan potensi dan kompetensi bagi seluruh pejabat struktural dan pejabat fungsional jenjang Ahli Madya.

“Hasil pemetaan potensi dan kompetensi ini nantinya akan diolah dan menjadi dasar bagi NTB, untuk mendapatkan rekomendasi penataan dan penempatan pejabat melalui sistem aplikasi manajemen talenta,” terangnya. 

Melalui sistem informasi manajemen talenta ini, setiap ASN akan memiliki profil lengkap.

Mencakup kualifikasi, potensi, dan kompetensi masing-masing, serta posisi mereka dalam kotak talenta.

Nantinya, dengan sistem ini, kepala daerah akan lebih mudah mencari pejabat yang sesuai dengan kebutuhan jabatan tertentu.

Misalnya, jika ingin mencari calon kepala dinas kebudayaan, cukup menekan tombol pencarian, maka akan muncul daftar ASN dengan kualifikasi yang sesuai.

Sistem akan langsung menampilkan nama-nama yang relevan.

Kehadiran sistem ini akan membuat proses seleksi jabatan menjadi lebih objektif dan efisien. Karena seluruh data ASN tersaji secara digital dan terukur.

Sistem ini juga akan memacu ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

“Tidak ada lagi seleksi terbuka, sehingga sistem manajemen talenta ini akan mendorong para ASN untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dirinya,” pungkasnya. 

Editor : Kimda Farida
#ASN #Manajemen Talenta #Beauty Contest #Gubernur NTB #seleksi terbuka #Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama #NTB #kompetensi #Pemprov NTB