Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sahaja Dorong Program Desa Belajar, Upaya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah di NTB

Yuyun Kutari • Kamis, 22 Januari 2026 | 04:00 WIB
BELAJAR: Murid kelas VI SDN 3 Ampenan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, belum lama ini.
BELAJAR: Murid kelas VI SDN 3 Ampenan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, belum lama ini.

LombokPost – Pemprov melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB telah melakukan pertemuan daring bersama mitra Sahaja, pada Selasa (20/1).

Pertemuan itu sebagai langkah awal penjajakan kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berbasis data, dan berkelanjutan.

Sekaligus menjadi forum awal untuk memetakan potensi kerja sama antara Pemprov NTB dan Sahaja, khususnya pada isu pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah. 

Co-Founder sekaligus Direktur Sahaja Putri Kusuma Amanda menjelaskan pertemuan ini, difokuskan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam menjawab tantangan pendidikan di NTB.

“Kita memetakan berbagai peluang kolaborasi antara Pemprov NTB dengan Sahaja, salah satunya pada isu pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah,” tegasnya.

Menurut Putri, ketertarikan Sahaja untuk berkontribusi lebih jauh di NTB didasari oleh sejumlah faktor strategis. NTB memiliki tantangan geografis yang unik sebagai provinsi kepulauan dengan tingkat kesenjangan yang cukup tinggi. 

Selain itu, data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan, setidaknya terdapat 73.844 anak di NTB yang tidak bersekolah.

Angka tersebut menjadi alarm penting perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis komunitas, untuk mencegah anak-anak keluar dari sistem pendidikan.

“Anak-anak yang tinggal di desa memiliki risiko putus sekolah hingga dua kali lipat dibandingkan anak-anak di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Selain itu, Putri juga mengatensi Program Desa Berdaya yang diinisiasi Pemprov NTB, sebagai aset strategis. Sahaja memandang program tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan home base, dalam membangun sistem pencegahan anak tidak sekolah yang berakar pada kekuatan desa dan masyarakat lokal. 

“Kami melihat potensi besar untuk menjadikan Desa Berdaya sebagai home base, untuk sistem pencegahan anak tidak sekolah yang berbasis komunitas,” jelasnya.

Baca Juga: Unram Terjunkan 2.591 Mahasiswa KKN, Perkuat Program Desa Berdaya di NTB

Lebih jauh, Putri merasakan NTB juga sudah seperti rumah bagi Sahaja. Lantaran, pihaknya telah lama bekerja dan menjalankan program di Bumi Gora, serta relasi yang terbangun dengan berbagai pihak sudah seperti keluarga bagi Sahaja.

“Kami ingin melanjutkan kerja baik tersebut untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB, khususnya di sektor pendidikan,” tambahnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Putri menegaskan Sahaja menawarkan kemitraan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas Pemprov NTB.

Beberapa peluang kerja sama yang mengemuka antara lain dukungan terhadap implementasi program Desa Belajar yang berfokus pada penurunan angka anak tidak sekolah.

Sahaja siap mendukung upaya penjangkauan dan pendampingan anak serta keluarga, penguatan kapasitas kader desa dan masyarakat, hingga penyusunan panduan teknis, rencana aksi daerah, dan dukungan kebijakan lainnya. 

Putri mengaku terkesan dengan keseriusan Kepala Bappeda NTB dalam mendorong pencapaian program-program prioritas daerah.

Ia menilai keterbukaan Bappeda untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak akan memperbesar peluang NTB untuk tumbuh lebih berdaya, mulai dari desa hingga ke tingkat global. 

Meski pertemuan ini baru merupakan langkah awal, Sahaja optimistis kolaborasi tersebut dapat berlanjut dalam jangka panjang.

“Pertemuan ini merupakan yang pertama, namun kami yakin ini bukan menjadi yang terakhir. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan jangka panjang, secara efektif dan berkelanjutan,” jelas Putri.

Adapun ke depannya, fokus Sahaja dalam Program Desa Berdaya akan dimatangkan kembali, berdasarkan hasil diskusi dengan Bappeda NTB.

Beberapa agenda yang telah dibahas dan akan ditindaklanjuti antara lain pendampingan dan penanganan anak tidak sekolah, penguatan literasi digital, serta peningkatan kapasitas sekolah dalam mendukung program Desa Belajar. 

“Salah satu yang telah terbahas dan akan kami tindak lanjuti adalah untuk pendampingan dan penanganan anak tidak sekolah, penguatan literasi digital, dan penguatan kapasitas sekolah untuk mendukung program Desa Belajar,” bebernya.

Baca Juga: Bupati Optimis Kadis Dikbud Baru Bisa Bikin Pendidikan Lotim Makin Maju

Di luar itu, Putri mengatakan Sahaja tetap terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai isu lain yang menjadi bidang keahliannya, seperti pendidikan, kesetaraan gender dan inklusi sosial (GEDSI), administrasi kependudukan, reformasi hukum, serta perlindungan sosial.

“Sahaja akan selalu terbuka untuk berkolaborasi dan berkontribusi pada berbagai isu yang menjadi bidang keahlian kami,” tandasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Mitra #sektor pendidikan #anak tidak sekolah #desa berdaya #Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah #kesetaraan gender #GEDSI #Pemprov NTB