LombokPost-- Rumah Sakit Mandalika Provinsi NTB menegaskan bahwa gangguan kesehatan reproduksi atau ginekologi tidak hanya dialami oleh perempuan dewasa.
Keluhan ini dapat muncul sejak usia anak dan remaja, dan memerlukan perhatian serta penanganan serius yang berbeda.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh dr. Andi Setiawan Tahang, satu-satunya dokter konsultan/fellow Ginekologi Remaja dan Anak di Indonesia, saat menangani pasien di RS Mandalika, Kamis (5/2).
Pada hari itu, dua pasien muda, yaitu seorang anak berusia 10 tahun dan seorang remaja 16 tahun, mendapatkan layanan konsultasi khusus.
Mengubah Perspektif: Keluhan Bisa Muncul Sejak Dini
Menurut dr. Andi, masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa masalah ginekologi baru akan muncul saat dewasa. Padahal, kenyataannya berbeda.
“Kesadaran untuk memeriksakan anak atau remaja sejak muncul keluhan sangat penting. Jangan menunggu sampai dewasa, karena kesehatan reproduksi merupakan bagian dari tumbuh kembang yang harus dijaga sejak dini,” tegasnya.
Dia menekankan, berbagai keluhan bisa terjadi sejak masa anak dengan kondisi dan pendekatan penanganan yang sangat berbeda dibandingkan pasien dewasa, sehingga memerlukan keahlian khusus.
Komitmen RS Mandalika sebagai FKRTL yang Ramah Anak
Sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Lombok Tengah, RS Mandalika berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif dan ramah anak, termasuk di bidang spesialis ini.
Kehadiran dokter dengan kompetensi khusus seperti dr. Andi merupakan bagian dari penguatan layanan rujukan untuk masyarakat NTB dan sekitarnya, memastikan pasien muda mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! KKS Bank BSI Mulai Cairkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026, Cek Saldo Anda Sekarang
Imbauan untuk Orang Tua: Lebih Peka dan Jangan Ragu Konsultasi
RS Mandalika mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan.
“Kami imbau para orang tua untuk lebih peka terhadap keluhan yang disampaikan anak dan remaja. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” pesan pernyataan resmi rumah sakit.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah komplikasi di masa depan dan menjaga kesehatan reproduksi generasi muda sebagai investasi jangka panjang.
Editor : Kimda Farida