Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wujudkan Swasembada Pangan dalam Setahun, Mentan Amran Tetapkan NTB sebagai Sentra Bawang Putih Nasional

Lombok Post Online • Selasa, 10 Februari 2026 | 12:33 WIB
PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2).
PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2).

LombokPost - Pemerintah pusat mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pusat produksi bawang putih nasional untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Sebagai sentra produksi bawang putih nasional, Provinsi NTB memiliki keunggulan geografis dan tingkat produktivitas kawasan Sembalun, Lombok Timur yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara signifikan.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau sejumlah infrastruktur pendukung pertanian. Antara lain lantai jemur bawang putih serta gudang benih milik UD Bayanaka.

Mentan Amran dan Gubernur Miq Iqbal juga melakukan penanaman bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujanta sebagai bentuk dukungan langsung kepada petani lokal.

Selain sebagai sentra bawang putih nasional, Mentan Amran juga mendorong Provinsi NTB berkembang menjadi pusat komoditas jagung nasional.

Menurutnya, sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia NTB memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pakan. Baik untuk Pulau Jawa maupun pasar yang lebih luas.

“Bisa ya. Orangnya ramah, orangnya baik. Insya Allah pasti bisa. Dan insya Allah NTB mensuplai pakan ke Pulau Jawa. Bila perlu, negara lain,” ujar Mentan Amran.

Untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, pemerintah menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi strategis menyerap produk pertanian langsung dari petani.

Baca Juga: Wapres Gibran Beli Tempe hingga Bawang Putih di Pasar Kebon Roek Mataram

Program ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga sekaligus menjaga pendapatan petani, terutama saat panen raya.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya penguatan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL). Agar lebih aktif mendampingi petani serta menjadi teladan melalui kebun percontohan di wilayah tugas masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta seluruh elemen masyarakat NTB atas dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Mentan Amran menyebut target swasembada yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun.

“Ini capaian spektakuler. Janji empat tahun kepada rakyat Indonesia, alhamdulillah tercapai dalam satu tahun. Stok pangan juga tertinggi selama Indonesia merdeka. Karena itu, bapak presiden menyampaikan terima kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengawal program pemerintah pusat secara serius dan berkelanjutan.

Termasuk menjadikan Provinsi NTB sebagai sentra bawang putih nasional dan pusat komoditas jagung nasional.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, penguatan sektor pangan bukan sekadar target produksi. Tetapi bagian dari strategi besar pembangunan daerah.

“Kami tidak ingin NTB hanya menjadi lokasi tanam, tetapi menjadi pusat ekosistem pangan. Mulai dari benih, produksi, pascapanen, hingga hilirisasi,” katanya.

“Penetapan ini akan kami kawal dengan penguatan produksi, ketersediaan benih, dukungan pembiayaan petani, serta sinergi lintas sektor,” tegasnya.

Gubernur Miq Iqbal menambahkan, NTB siap mengambil peran strategis sebagai penyangga pangan nasional. Khususnya untuk komoditas bawang putih dan jagung, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani.

“Target kami jelas. Petani harus sejahtera, rantai pasok harus kuat, dan NTB menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan Indonesia,” katanya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Pemprov NTB optimistis pengembangan bawang putih dan jagung dapat berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.

Serta mampu memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan. (lil/kominfotikntb/r3)

Editor : Kimda Farida
#program pemerintah #Gubernur #swasembada pangan #NTB #bawang putih