Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Target Bertambah, Pemprov NTB Siapkan Strategi Baru Dongkrak Investasi

Yuyun Kutari • Kamis, 19 Februari 2026 | 20:20 WIB
Pesona alami salah satu air terjun yang memukau di Pulau Lombok, dengan aliran air yang jernih mengalir deras di antara tebing hijau dan suasana yang masih asri.
Pesona alami salah satu air terjun yang memukau di Pulau Lombok, dengan aliran air yang jernih mengalir deras di antara tebing hijau dan suasana yang masih asri.

LombokPost - Optimisme mewarnai arah kebijakan investasi Provinsi NTB, dalam dua tahun ke depan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma menegaskan NTB mencatat capaian signifikan sepanjang 2025 dengan realisasi investasi yang berhasil menembus Rp 61,1 triliun.

“Alhamdulillah, realisasi investasi tahun 2025 kita patut syukuri yang mencapai Rp 61,1 triliun. Ini menjadi bukti bahwa NTB dipercaya investor,” ujarnya, Rabu (18/2).

Ia menilai capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan administratif, melainkan refleksi dari perbaikan tata kelola, kemudahan perizinan, dan promosi investasi yang lebih terarah. 

Memasuki 2026, NTB tidak memilih untuk berpuas diri. Pemprov NTB justru mematok target yang lebih ambisius, yakni kenaikan 12 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Jika terealisasi, nilai investasi pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 68,43 triliun. “Ini komitmen kita untuk terus memperbaiki ekosistem investasi,” tambah Irnadi.

Untuk mendukung realisasi tersebut, arah investasi NTB juga mengalami transformasi signifikan. Jika sebelumnya sektor pertambangan menjadi kontributor dominan, kini Pemprov NTB terus mendorong diversifikasi menuju sektor-sektor yang lebih berkelanjutan. 

Irnadi mengatakan fokus investasi diarahkan pada Energi Baru Terbarukan (EBT), pariwisata, serta agroindustri. Ketiga sektor ini dinilai memiliki daya ungkit ekonomi yang besar sekaligus selaras dengan prinsip pembangunan ramah lingkungan. “Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya besar, tetapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Transformasi ini juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, bagi masyarakat lokal melalui penguatan rantai pasok dan industri berbasis potensi daerah. 

Sebagai upaya mempercepat realisasi investasi, DPMPTSP NTB menghadirkan konsep Investment Project Ready to Offer (IPRO). Melalui skema ini, Pemprov NTB menawarkan tujuh proyek prioritas yang telah berstatus clean and clear, sehingga siap dipasarkan kepada investor. 

Proyek-proyek tersebut tersebar di sektor pariwisata, peternakan, dan perikanan dengan total nilai investasi lebih dari Rp 2,58 triliun. Status clean and clear memastikan proyek telah melalui proses verifikasi dari sisi legalitas maupun kesiapan lahan. 

“Kami siapkan proyek-proyek yang sudah clean and clear, sehingga investor tidak perlu ragu. Total nilainya lebih dari Rp 2,58 triliun,” ungkapnya. 

Pendekatan ini dinilai strategis untuk mengurangi hambatan awal yang kerap dihadapi investor dalam tahap perencanaan dan perizinan. Selain penyiapan proyek, NTB juga membahas penguatan konektivitas sebagai faktor pendukung investasi, khususnya di sektor pariwisata.

Salah satu inisiatif yang tengah dikaji adalah pengembangan Sea Plane Lombok, untuk membuka akses menuju destinasi wisata unggulan yang selama ini relatif sulit dijangkau. 

Proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap feasibility study atau studi kelayakan. “Saat ini masih dalam tahap studi kelayakan,” jelas Irnadi. 

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan NTB Investment Forum 2026. Forum ini dirancang sebagai ajang promosi dan pertemuan antara pemilik proyek dengan investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Langkah penguatan ekosistem investasi turut diperkuat melalui inovasi Regional Investor Relations Unit (RIRU) Bank Indonesia bertajuk Sasambo Investment Challenge 2026.

Program ini merupakan kompetisi investasi yang bertujuan, menjaring proyek-proyek lokal terbaik untuk dibina hingga siap ditawarkan kepada investor. 

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia menggandeng DPMPTSP NTB sebagai mitra daerah untuk melakukan kurasi, pendampingan, hingga peningkatan kualitas proyek. 

“Melalui Sasambo Investment Challenge 2026, kami ingin memastikan proyek-proyek potensial di NTB mendapatkan pendampingan hingga benar-benar siap tawar,” tandasnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan melalui NTB Capital, pemprov akan membantu menjamin investor, terutama dalam memitigasi potensi persoalan sosial di lapangan serta memberikan karpet merah untuk mempermudah proses perizinan. 

Editor : Kimda Farida
#investasi #Investor #energi baru terbarukan (EBT) #potensi daerah #nilai investasi #dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu #Sea Plane Lombok #Provinsi NTB #NTB #Investment Project Ready To Offer #perizinan #Pariwisata