LombokPost - Langkah NTB menuju kemandirian energi berbasis sampah melalui program Waste to Energy kini berada di persimpangan jalan.
Di satu sisi, minat investor global mulai membanjiri Bumi Gora, namun di sisi lain, tembok regulasi pusat dan standar investasi yang kaku menjadi kerikil tajam yang harus segera disingkirkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) NTB Irnadi Kusuma menyatakan pihaknya terus berupaya mencari peluang investasi alternatif untuk mendukung pengelolaan persampahan di daerah.
Menurut Irnadi, tantangan utama dalam menarik investor di sektor persampahan adalah standar normatif yang kerap ditetapkan cukup tinggi. Standar tersebut, kata dia, sering kali menjadi prasyarat utama bagi investor sebelum menanamkan modalnya.
“Solusinya, kita terus mencoba melihat apakah ada peluang dari investor lain yang tidak saklek menetapkan standar itu. Karena rata-rata yang normatif, terutama yang terkait dengan persampahan, menetapkan aturan seperti itu,” bebernya.
Standar yang terlalu kaku berpotensi mempersempit ruang gerak pemerintah daerah (pemda), dalam menjaring mitra investasi.
Karenanya, DPMTSP NTB membuka peluang komunikasi dengan calon investor yang memiliki pendekatan berbeda, selama tetap memenuhi ketentuan dasar dan tidak mengabaikan aspek lingkungan.
“Tapi siapa tahu ada yang berani, dengan standar di bawah itu. Itu yang sedang kita cari peluangnya,” katanya.
Irnadi juga menyinggung proses seleksi investor yang saat ini tengah berlangsung di Danantara. Menurutnya, mekanisme seleksi tersebut tetap berjalan, namun pemda tidak ingin terpaku hanya pada satu skema atau standar tertentu.
“Kan Danantara sedang menyeleksi investor itu. Justru itu, makanya artinya kalau dia tidak mesti kita melalui standar Danantara, ada investor besar yang berani mengambil standar di bawah itu. Itu yang kita harapkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, fleksibilitas dalam menjaring investor bukan berarti mengabaikan aturan, melainkan mencari solusi terbaik agar investasi di sektor persampahan tetap berjalan dan mampu memberikan dampak positif bagi daerah.
Dengan pendekatan tersebut, Pemprov NTB berharap dapat mempercepat realisasi investasi di bidang pengelolaan sampah, sekaligus mendorong terciptanya sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Editor : Akbar Sirinawa