LombokPost — Kabar baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bercita-cita mengubah nasib di Negeri Sakura. PT Cipta Rezeky Utama melakukan terobosan besar dengan menggandeng langsung perusahaan penyalur tenaga kerja asal Jepang, PT Yanbo Umi Tokyo. Kerja sama ini diklaim mampu memangkas biaya keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara signifikan melalui sistem direct user.
"Kami mengapresiasi kehadiran manajemen Yanbo Umi Tokyo langsung dari Jepang. Ini adalah peluang yang harus kita manfaatkan untuk memberikan kepastian prosedur bagi calon PMI kita," ujar Kepala Disnakertrans Provinsi NTB Aidy Furqon, menyambut hangat inisiatif ini usasi sosialisasi melibatkan sejumpah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang di NTB, Jumat (27/8).
Menurutnya, minat masyarakat NTB untuk bekerja ke Jepang menunjukkan grafik yang terus meningkat. Aidy menekankan, selain kemudahan akses, pihaknya menitipkan aspek kualitas melalui pembekalan soft skill, penguasaan bahasa, dan pemahaman budaya. "PMI kita bukan sekadar pekerja, mereka adalah duta budaya dan wisata NTB di luar negeri," tambahnya.
Direktur Utama sekaligus CEO PT Yanbo Umi Tokyo Bayu Joko Sanjaya menjelaskan, perusahaannya bergerak di bidang ketenagakerjaan serta pendidikan dan pelatihan di Jepang. "Kerja sama kami dengan PT Cipta Rezeky memungkinkan proses yang lebih terbuka dan langsung. Hubungan kami sudah terbangun sejak pertemuan di Tokyo, sehingga koordinasi bisa dilakukan secara direct," ungkap Bayu.
Hal senada ditegaskan oleh Komisaris Utama PT Cipta Rezeky Utama Edy Sopian. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan biaya penempatan yang jauh lebih murah. Selama ini, tingginya biaya keberangkatan PMI ke Jepang sering kali disebabkan oleh panjangnya rantai birokrasi, mulai dari LPK di daerah hingga agen di Jakarta dan Jepang.
Sehingga Edy memaparkan adanya opsi skema kerja sama yang sangat meringankan bagi mitra dan calon pekerja, mulai dari sistem deposit yang terjangkau.
"Selama ini proses ke Jepang itu ruwet karena banyak tangan. Dengan sistem direct bersama Pak Bayu di Tokyo, kita bisa menekan biaya hingga minimal 50 persen dari harga pasar saat ini. Fokus kita bukan cuma cari untung, tapi mencari berkah dengan membantu masyarakat," tegas Edy.
Lebih jauh, Edy Sopian memiliki visi besar bahwa pengiriman PMI ke Jepang secara masif dan prosedural akan memicu pembukaan rute penerbangan langsung (direct flight) dari Lombok ke Tokyo di masa depan.
Ia mencontohkan keberhasilan rute Kuala Lumpur - Lombok yang didominasi oleh pergerakan PMI, namun kemudian memicu lonjakan kunjungan wisatawan asal Malaysia ke NTB. "Saat ini 60 persen penumpang dari Malaysia itu wisatawan yang penasaran dengan Lombok karena cerita dari teman-teman PMI di sana. Kita ingin pola yang sama terjadi dengan Jepang," tuturnya optimis.
Untuk memastikan program ini berjalan bersih PT Cipta Rezeky Utama juga akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan staf rekruter di lapangan. Selain menjalin MoU dengan perusahaan di Jepang, pihak PT Cipta Rezeki yang siap mengirim PMI ke Negeri Sakura juga menjalin MoU dengan sejumlah LPK yang ada di NTB.
Editor : Redaksi Lombok Post