LombokPost - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menilai, kehadiran layanan seaplane, akan menjadi pengungkit penting dalam struktur konektivitas pariwisata di Bumi Gora.
Dari sisi industri pariwisata, seaplane menghadirkan alternatif konektivitas yang efektif untuk menjangkau destinasi-destinasi yang selama ini relatif sulit diakses.
“Seaplane ini bisa menyambungkan destinasi-destinasi yang agak sulit dijangkau,” ujar Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh.
Selain memperbaiki aksesibilitas, layanan ini juga membuka peluang masuknya pasar baru, khususnya wisatawan menengah ke atas yang menjadi target penguatan quality tourism di NTB.
“Dari sini, kita mendapat pasar baru wisatawan yang menengah ke atas untuk mendorong quality tourism yang ada di NTB,” katanya.
Adapun konsep quality tourism tidak berbicara soal privatisasi destinasi, melainkan tentang peningkatan nilai belanja wisatawan. Sementara aspek privat atau eksklusif, menurutnya, hanyalah bentuk privilege yang diberikan kepada tamu sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing.
“Masalah privat, eksklusif, ini merupakan privilege yang kita berikan kepada tamu-tamu yang datang ke sini sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” jelasnya.
Sahlan turut menekankan kehadiran seaplane tidak hanya berdampak pada akses menuju destinasi tertentu, tetapi juga membentuk ulang pola konektivitas antara wilayah Lombok dan Sumbawa secara lebih terintegrasi dan efisien.
“Dengan adanya pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat di titik-titik perairan tertentu, struktur jaringan destinasi dinilai akan semakin baik dan terintegrasi,” kata dia.
Sehingga Sahlan sangat memahami, gagasan yang disampaikan Gubernur Iqbal yang berfokus pada upaya menyambungkan destinasi-destinasi potensial yang selama ini, belum terkoneksi secara efisien.
Dengan hadirnya seaplane, akses menuju titik-titik seperti Satonda dan Teluk Saleh akan menjadi lebih mudah dan cepat. Ia mencontohkan perjalanan darat dari Mataram menuju wilayah Teluk Saleh, Sumbawa yang memakan waktu sekitar 8 – 10 jam.
Baca Juga: Teluk Saleh Siap Jadi Surga Konservasi Hiu Paus Berbasis Biota Pertama di Indonesia
Durasi tersebut dinilai cukup panjang dan menyita waktu bagi sebagian wisatawan, khususnya segmen menengah ke atas yang mengutamakan efisiensi perjalanan.
Ke depan wisatawan akan memiliki pilihan dalam menentukan akses menuju destinasi pariwisata di NTB. Wisatawan dapat menggunakan jalur darat dengan durasi tempuh yang lebih panjang, atau memilih seaplane yang menawarkan waktu perjalanan lebih cepat dengan biaya yang sepadan.
BPPD NTB memiliki kewajiban untuk memasarkan konektivitas baru tersebut agar diketahui pasar. “Tentu kewajiban BPPD NTB mempromosikan adanya seaplane ini supaya terbuka wisatawan itu untuk datang ke destinasi-destinasi yang terhubungkan oleh seaplane,” ujarnya.
Ia berharap, dengan semakin terbukanya akses dan promosi yang terarah, jumlah wisatawan dengan tingkat belanja lebih tinggi, akan meningkat dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi destinasi-destinasi wisata di NTB.
Editor : Kimda Farida