Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Safari Ramadan Pemprov NTB di Pulau Sumbawa, Wagub Umi Dinda Tinjau Desa Berdaya dan KDMP hingga Sidak Pasar

Lombok Post Online • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:13 WIB

 

SAFARI RAMADAN: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri, Bupati Dompu Bambang Firdaus, dan Ketua TP PKK NTB Sinta Agatia saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua, Dompu.
SAFARI RAMADAN: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri, Bupati Dompu Bambang Firdaus, dan Ketua TP PKK NTB Sinta Agatia saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua, Dompu.

LombokPost - Rangkaian Safari Ramadan Pemprov NTB di Pulau Sumbawa dimanfaatkan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Mulai dari meninjau Desa Berdaya, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Hingga memantau stabilitas harga bahan pokok di pasar.

Safari Ramadan dimulai Minggu (1/3) di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Didampingi Bupati Dompu Bambang Firdaus, Wagub Umi Dinda meninjau langsung pelaksanaan program Desa Berdaya sekaligus melihat sejumlah rumah tidak layak huni milik warga.

“Program Desa Berdaya bukan sekadar bantuan. Ini upaya mendorong kemandirian, memperkuat ekonomi warga, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” kata Wagub Umi Dinda.

Selain meninjau perumahan warga, Wagub Umi Dinda bersama rombongan juga melihat progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) di Desa Kandai Dua. Koperasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan sosial, Wagub Umi Dinda menyalurkan bantuan sembako dan santunan bagi lansia serta penyandang disabilitas. Wagub Umi Dinda juga memberikan dukungan renovasi musala setempat agar masyarakat lebih nyaman beribadah selama Ramadan.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan penanaman pohon di lapangan Desa Saneo. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

Masih di hari yang sama, Safari Ramadan dipusatkan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua, Dompu. Dalam sambutannya, Wagub Umi Dinda menegaskan Safari Ramadan bukan agenda seremonial semata.

Baca Juga: Atasi Abrasi dan Tata Kawasan, Desa Kuranji Dalang Sambut Program Kampung Nelayan Merah Putih

“Ini ruang kebersamaan untuk memperkuat ibadah dan kepedulian sosial. Pemerintah ingin memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Wagub Umi Dinda juga menyampaikan salam Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kepada jamaah. Menurutnya, capaian pembangunan NTB tak lepas dari dukungan dan doa masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyerahkan bantuan dana pribadi Rp 20 juta untuk pengembangan masjid. Selain itu, Baznas NTB menyalurkan Rp 15 juta, Dinas Sosial NTB menyerahkan 168 paket bantuan sosial, sementara Bank NTB Syariah menyalurkan 50 paket sembako bagi warga Desa Hu’u terdampak banjir.

Pemkab Dompu turut memberikan bantuan makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil untuk percepatan penurunan stunting.

Pantau Pasar, Harga Masih Stabil  

Sementara itu, pada Senin (2/3), Wagub Umi Dinda melanjutkan agenda dengan inspeksi mendadak ke Pasar Amahami, Kota Bima. Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pertengahan Ramadan.

Hasilnya, harga kebutuhan pokok relatif stabil.

“Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Stok aman hingga akhir Ramadan,” ujar Dinda.

Pemprov NTB, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga serta gangguan distribusi.

Masih di Kota Bima, Wagub memimpin Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Wali Kota Bima.

Ia menegaskan pengelolaan sampah tidak bisa lagi menggunakan pola lama kumpul-angkut-buang, melainkan harus terintegrasi dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir.

Data Pemprov NTB mencatat, dari sepuluh TPA di NTB, baru sebagian yang menerapkan sistem terkontrol. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) NTB tahun 2025 berada di angka 77,4 dengan kategori baik, namun masih di bawah target nasional.

Apel siaga dirangkaikan dengan penanaman pohon pule di halaman kantor wali kota sebagai simbol komitmen penghijauan. “Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan kehilangan pondasi. Mari wujudkan NTB yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (lil/kominfotikntb/r3)

Editor : Kimda Farida
#koperasi #desa berdaya #wagub #safari ramadan #NTB #merah putih