Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Opsi Penggunaan BTT Pemprov NTB Mengemuka untuk Bangun Rumah Korban Kebakaran di Alas Sumbawa

Yuyun Kutari • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:29 WIB

BUTUH PENANGANAN: Kebakaran menghanguskan rumah warga di wilayah RT 001 dan RT 002 RW 002 Karang Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Sumbawa, pada Minggu dini hari (22/3).
BUTUH PENANGANAN: Kebakaran menghanguskan rumah warga di wilayah RT 001 dan RT 002 RW 002 Karang Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Sumbawa, pada Minggu dini hari (22/3).

LombokPost-Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk membangun kembali rumah warga yang terbakar, di wilayah RT 001 dan RT 002 RW 002 Karang Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Sumbawa, pada Minggu dini hari (22/3).

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) NTB Ahmad Masyhuri mengatakan seluruh rumah korban bencana pasti akan dibangun kembali.

“Pak Gubernur telah menghubungi Bupati Sumbawa tak lama setelah peristiwa terjadi.

Pemerintah memastikan, seluruh rumah korban bencana akan dibangun kembali.

Hal ini perlu saya tegaskan karena sempat ada kabar simpang siur terkait tindak lanjut yang akan dilakukan,” jelasnya, Rabu (25/3).

Agar tertib administrasi, diakuinya pembangunan rumah memerlukan waktu dan perencanaan, namun sekali lagi Pemprov NTB memiliki komitmen penuh untuk mewujudkan rencana ini.

“Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa mereka akan dibiarkan tanpa bantuan, semuanya sudah dalam penanganan,” tambahnya. 

Terkait anggaran bantuan per 1 unit rumah, Masyhuri mengatakan nilainya belum dapat diumumkan karena masih menunggu proses asesmen dan perencanaan lebih lanjut.

Lantaran, perhitungan yang akurat dan detail diperlukan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik, termasuk penyusunan skema pembiayaannya.

Pemprov NTB sementara dapat memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT), namun skema rinci pendanaan tetap menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

“Masih bisa pakai BTT, tapi kita tunggu arahan Pak Gubernur, seperti apa skema yang dipakai,” terang Masyhuri.

Selain itu, tipe, spesifikasi, dan ukuran rumah yang akan dibangun juga belum dapat ditentukan.

Proses verifikasi mendalam diperlukan agar rumah yang dibangun sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat.

“Kalau tipe, spek, ukuran jangan tanya saya dulu karena ini sekali lagi masih dalam asesmen,” ujarnya.

Jangan sampai nantinya dibangun rumah berukuran 4x6 meter di atas tanah yang luasnya hanya 4x4 meter.

Sehingga verifikasi mendalam sangat diperlukan untuk memastikan keakuratan data dan kelayakan pembangunan.

Berdasarkan data yang ada, tercatat ada 36 unit rumah terdampak kebakaran dengan total 129 jiwa.

Saat ini, telah disalurkan tenda untuk tempat tinggal sementara, tetapi sebagian besar korban memilih untuk tinggal bersama keluarga terdekat. 

“Informasi dari teman-teman di Sumbawa, sebagian besar dari mereka itu tidak mau tinggal di tenda, tapi pergi ke rumah keluarga-keluarganya yang terdekat,” kata dia.

Kendati demikian, hal ini tidak akan menyulitkan pemerintah untuk melakukan verifikasi, karena data korban sudah dihimpun sejak awal. “Mereka semuanya sudah teridentifikasi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Ahsanul Khalik menegaskan perhatian dan bantuan bagi korban kebakaran terus mengalir.

“Bantuan kali ini merupakan hasil gotong royong lintas perangkat daerah dan insan pendidikan di lingkup Pemprov NTB, yang dikoordinasikan secara kolaboratif,” terangnya.

Unsur yang terlibat antara lain Balai Jalan Provinsi NTB Pulau Sumbawa, KCD Dikbud Provinsi NTB wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat, KUPT Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi NTB, serta para kepala sekolah SMA/SMK di wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Bantuan secara resmi disalurkan kepada para korban dan diterima langsung oleh Camat Alas, Kepala Desa Kalimango, serta masyarakat terdampak kebakaran.

Bantuan yang disalurkan kepada para korban meliputi uang tunai sebesar Rp550.000 per kepala keluarga, air mineral sebanyak 150 dus, mi instan sebanyak 250 dus, telur sebanyak dua tray untuk setiap kepala keluarga, serta pakaian layak pakai sebanyak lima karung.

Khalik menegaskan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari para ASN dan tenaga pendidik yang secara sukarela melakukan penggalangan dana.

“Bantuan ini berasal dari urunan para guru, kepala sekolah, serta ASN di lingkup Pemprov NTB melalui KUPT dan KCD. Ini adalah wujud solidaritas dan kepedulian bersama untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” jelas Juru Bicara Pemprov NTB tersebut.

Editor : Kimda Farida
#Bantuan #Sumbawa Barat #Dinas Sosial #rumah #Sumbawa #korban kebakaran #korban bencana #verifikasi #Kebakaran #btt #belanja tak terduga #Pemprov NTB #Terbakar