LombokPost - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanaskan mesin pengadaan.
Guna mengejar target tahun 2026 sebesar 240.661 ton setara beras.
Bulog resmi menerapkan strategi jemput bola untuk mengamankan hasil panen petani di seluruh pelosok Bumi Gora.
Baca Juga: Bulog Lotim Launching Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret
Realisasi Capai 29 Persen
Hingga awal April 2026, performa penyerapan menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat realisasi sudah menyentuh angka 70.428 ton atau setara dengan 29,26 persen dari target tahunan.
Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengungkapkan bahwa akselerasi ini dipicu oleh musim panen yang mulai merata, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. "Kami melakukan penyerapan langsung ke petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melalui Tim Jemput Pangan Bulog serta bersinergi dengan penggilingan lokal," jelas pria yang akrab disapa Regar tersebut, Senin (6/4).
Harga GKP Jadi Penjaga Gawang
Dalam aksi borong hasil tani ini, Bulog menetapkan harga beli sesuai regulasi pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP).
Harga tersebut dinilai sebagai angka terbaik yang mampu menutup biaya operasional petani sekaligus menjadi instrumen pengendali harga di tingkat bawah.
Baca Juga: Stok Beras dan Minyak Melimpah, Bulog NTB Pastikan Pasokan Aman
Kehadiran Bulog di lapangan berfungsi sebagai "patokan minimum". Dengan adanya kepastian harga dari Bulog, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat sehingga tidak dipermainkan oleh spekulan dan bisa mendapatkan harga jual yang jauh lebih layak.
Stok Melimpah di 101 Gudang
Keberhasilan penyerapan ini tak lepas dari kolaborasi apik antara Bulog, Pemerintah Daerah, TNI melalui Babinsa, hingga Satuan Kerja PPL. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan alur distribusi dari sawah ke gudang berjalan tanpa hambatan.
Bagi masyarakat NTB, Regar mengimbau agar tetap tenang terkait ketersediaan pangan. Saat ini, stok yang dikuasai Bulog NTB mencapai 193.000 ton setara beras. Cadangan raksasa ini disimpan dengan aman di 16 gudang induk milik Bulog dan 85 gudang sewa yang tersebar strategis.
"Seiring dengan proses penyerapan yang masih terus berjalan, stok ini akan terus bertambah. Masyarakat tidak perlu khawatir, kondisi pangan di seluruh wilayah NTB lebih dari cukup dan sangat aman," pungkasnya.
Editor : Redaksi