Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur Iqbal Jawab Polemik Sekda Impor, Sebut NTB Tak Mengenal Istilah Pendatang

Yuyun Kutari • Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB
SELAMAT BERTUGAS: Foto bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua dari kiri), dengan Abul Chair (empat dari kanan), Sekda NTB yang baru saja dilantik, di Mataram, Kamis (9/4).
SELAMAT BERTUGAS: Foto bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua dari kiri), dengan Abul Chair (empat dari kanan), Sekda NTB yang baru saja dilantik, di Mataram, Kamis (9/4). (DISKOMINFOTIK NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, merespons polemik yang muncul usai pelantikan Abul Chair sebagai Sekda NTB, pada Kamis (9/4). 

Isu yang berkembang menyebut Abul Chair sebagai sekda impor, karena lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

Gubernur Iqbal menegaskan, pandangan tersebut tidak sejalan dengan semangat budaya masyarakat NTB, sekaligus menyampaikan keyakinannya bahwa Abul Chair akan mampu beradaptasi dan bahkan merasa betah tinggal di NTB.

Abul Chair nantinya enggan meninggalkan NTB setelah pensiun.  “Saya yakin, Bapak Ibu pasti betah di NTB nanti. Saya khawatirnya malah nanti pensiun malah enggak mau meninggalkan NTB,” ujarnya.

Baca Juga: Sah Dilantik, Sekda NTB Abul Chair Langsung Dapat Tugas Spesial dari Gubernur Iqbal

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan nilai-nilai budaya Sasak yang menurutnya, tidak mengenal konsep pendatang, seperti dalam pengertian umum.

Gubernur Iqbal mengaku, telah mencoba menelusuri kosakata dalam budaya Sasak untuk mencari padanan kata tersebut, namun tidak menemukannya.

“Saya ini Sasak asli, tapi saya mendalami mencari-cari apa sih kosakatanya di budaya Sasak untuk menerjemahkan kata pendatang. Saya enggak dapat sampai sekarang,” jelasnya.

Pria asal Lombok Tengah ini membandingkan hal tersebut dengan budaya lain, seperti Jawa yang memiliki istilah khusus untuk pendatang. Namun, berbeda dengan ketiadaan istilah pendatang dalam budaya Sasak.

Ini mencerminkan keterbukaan masyarakat NTB, terhadap siapa pun yang datang dan mencintai daerah tersebut. Ia mengatakan, siapa saja yang memiliki komitmen dan rasa cinta terhadap NTB layak disebut sebagai bagian dari masyarakat NTB. 

“Siapapun yang mencintai tanah ini (NTB, Red), siapapun yang mencintai provinsi ini, maka dia adalah orang NTB,” tegasnya.

Baca Juga: Sekda NTB Abul Chair Ajak Semua Pihak Kolotan: Komit, Loyal, dan Militan Bangun Bumi Gora

Ia juga memberi sambutan hangat kepada Abul Chair sebagai bagian dari keluarga besar NTB. Ia mengajak Sekda yang baru dilantik tersebut untuk bersama-sama membangun daerah dengan semangat kebersamaan. 

“Selamat datang dan jadilah warga NTB, jadilah bagian dari kami semua, dan Bapak adalah bagian dari keluarga besar kami di NTB,” ujarnya. 

Gubernur Iqbal optimistis, perbedaan latar belakang budaya bukan menjadi hambatan, melainkan kekuatan dalam membangun daerah. Ia meyakini bahwa nilai-nilai budaya yang dimiliki Abul Chair, tidak akan jauh berbeda dengan yang ada di NTB. 

“Saya yakin budaya latar belakang Bapak dengan budaya kami di NTB tidak jauh, sehingga tidak sulit buat Bapak untuk mencintai NTB seperti mencintai kampung halaman sendiri,” pungkasnya.

Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menegaskan penunjukan Abul Chair sebagai Sekda, merupakan keputusan resmi yang harus dihormati bersama.

Baca Juga: Abul Chair Dilantik sebagai Sekda NTB, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Bahwa keputusan tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada Sekda yang baru untuk bekerja. 

“Maka sebagai warga negara yang baik, mari kita berikan kesempatan,” ujarnya. 

Gubernur Iqbal, kata Khalik, memiliki harapan besar terhadap perbaikan tata kelola keuangan daerah ke depan. Ia optimistis, dengan kolaborasi antara Sekda dan Inspektur NTB, perubahan tersebut dapat segera terwujud sehingga kinerja pemerintahan bisa lebih cepat dan efektif.

Khalik berpandangan Sekda yang baru juga terbuka untuk menerima masukan dan diingatkan, terkait langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan ke depan, khususnya dalam pembenahan tata kelola keuangan sebagai salah satu prioritas. 

Meski demikian, ia menegaskan tugas Sekda tidak hanya terbatas pada sektor keuangan. Secara umum, Sekda tetap akan menjalankan seluruh tugas pokok dan fungsi sesuai kapasitas dan kewenangannya dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.

“Kalau yang lain tentu tugas-tugas pokok dan fungsinya sebagai Sekda itu akan dijalankan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Apresiasi Pelantikan Sekda Definitif, Diharapkan Jadi Jembatan Komunikasi Eksekutif dan Legislatif 

Adapun pengisian jabatan Sekda selama ini memang dinantikan, agar roda pemerintahan dapat berjalan lebih optimal. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal, mendampingi, dan memberikan dukungan kepada pejabat yang baru dilantik. 

“Mari kita berikan kesempatan, dan kita kawal bersama-sama, kita dampingi, dan kita support,” katanya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Sekda NTB #Sasak #NTB #Lalu Muhamad Iqbal #Pemprov NTB