Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur Iqbal Paparkan Strategi Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan

Redaksi • Selasa, 14 April 2026 | 10:34 WIB
SILATURAHMI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama tim PKDN Serdik Sespimti Polri saat audiensi di ruang kerja gubernur, kantor Gubernur NTB, Senin (13/4). (Kominfotikntb/Lombok Post)
SILATURAHMI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama tim PKDN Serdik Sespimti Polri saat audiensi di ruang kerja gubernur, kantor Gubernur NTB, Senin (13/4). (Kominfotikntb/Lombok Post)

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan tiga agenda besar pembangunan yang saat ini sedang difokuskan Pemprov NTB.

Ketiga agenda yang menjadi prioritas utama tersebut yakni, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Menurut Gubernur Iqbal, saat ini tingkat kemiskinan di NTB berada di angka 12 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 persen tergolong miskin ekstrem, atau sekitar 114 ribu jiwa yang tersebar di 106 desa.

 Baca Juga: Pemprov NTB Ajak Semua Pihak Bersatu, Perkuat Kinerja Pasca Pelantikan Sekda

“Untuk pengentasan kemiskinan tersebut, Pemprov NTB mencari jalan keluar, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan,” kata Gubernur Iqbal saat audiensi bersama tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri di ruang kerjanya, Senin (13/4).

Menurut Gubernur Iqbal, permasalahan kemiskinan menjadi akar dari berbagai persoalan di NTB. Sekitar 60 persen masyarakat berprofesi sebagai petani, sehingga penguatan sektor pertanian menjadi kunci utama.

“Termasuk yang saat kami lakukan ada namanya program Desa Berdaya,” jelas Gubernur Iqbal.

Baca Juga: Pemprov NTB Tunggu Keputusan Pusat; Lanjut Ekspor Konsentrat atau Fokus Prioritaskan Kerja Smelter PT AMNT

Selanjutnya di sektor pertanian, Gubernur Iqbal menjelaskan NTB saat ini tercatat sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia. Sementara produksi berasnya masuk dalam 10 besar nasional.

Pemprov NTB terus berupaya untuk meningkatan produktivitas serta ketahanan pangan melalui revitalisasi sistem irigasi.

“Saat ini, kami melakukan optimalisasi lahan (Oplah). Hasilnya sekitar 14 ribu hektare lahan telah mendapatkan pengairan, yang memungkinkan petani melakukan panen hingga tiga sampai empat kali dalam setahun,” katanya.

Baca Juga: Pelantikan 34 Pejabat Baru Pemprov NTB Dibarengi Pesan Tegas Gubernur Iqbal, Tak Ada Lagi Kerja Biasa Saja

Di sisi lain, Pemprov NTB terus berupaya agar NTB tetap menjadi produsen jagung terbesar. Namun harus tetap mempertimbangkan dampak yang lainnya. Seperti penyediaan lahan tanam tidak harus merusak hutan.

Karena itu, dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, pemerintah menawarkan solusi. Yakni melalui penerapan sistem tumpang sari.

“Yang sudah terlanjur mungkin susah. Lahan yang belum ditanami jagung kita diarahkan untuk ditanami pohon penopang seperti tanaman buah guna menjaga struktur tanah dan keseimbangan ekosistem,” jelasnya.

Gubernur Iqbal juga menyebut sebagai produsen jagung yang besar harus dibarengi dengan langkah yang berkesinambungan melalui industrialisasi. Tujuannya agar efek sebagai produsen dirasakan langsung ke masyarakat bukan hanya diekspor keluar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap industrialisasi pertanian, Pemprov NTB juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp1,3 triliun.

“Kita sudah ada MOU bersama Kementan untuk pengembangan industri jagung, termasuk penyediaan pangan hingga sektor pakan,” katanya.

Selain itu, sektor pariwisata juga terus dikembangkan untuk menjadikan destinasi wisata yang berkelas dunia. Hal ini dilakukan dengan melakukan perbaikan sarana hingga sistem tata kelola di setiap destinasi unggulan.

“Saat ini sudah ada tujuh destinasi wisata berstandar internasional. Dan untuk tahun ini, tiga destinasi lainnya sedang dalam tahap pengembangan," katanya.

Sementara itu, perwakilan Tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri Irjen Pol. Drs. Agus Djaka Santoso mengungkapkan, kunjungannya bertujuan untuk menggali potensi serta karakteristik daerah. Hal ini sebagai bagian dari penguatan kebijakan nasional, yakni ketahanan pangan dalam mendukung Indonesia Emas.

“Kami ingin melihat potensi hingga strategi pembangunan daerah khususnya di sektor pangan serta kesejahteraan masyarakat,” kata Agus selaku Widiaswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sekolah Tinggi Pimpinan Polri itu.

Kegiatan PKDN Sespimti Polri ini dilaksanakan di enam wilayah kepolisian daerah termasuk Polda NTB yang diikuti 57 peserta didik.

Kegiatan PKDN ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara peserta didik dengan pemerintah daerah. Sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Redaksi
#Ketahanan Pangan #Gubernur #kemiskinan #NTB #destinasi wisata