LombokPost--RS Mandalika Provinsi NTB kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan menyeluruh.
Kali ini, rumah sakit tersebut menangani pasien anak berusia 11 tahun dengan kondisi Hidrosefalus melalui pendekatan komprehensif dan kolaboratif.
Pasien datang dengan keluhan hilangnya nafsu makan serta kondisi tubuh yang lemas.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim medis RS Mandalika langsung melakukan penanganan intensif sejak awal kedatangan untuk menstabilkan kondisi pasien.
Selama masa perawatan, tim perawat berperan aktif dalam pemantauan kondisi harian, pemenuhan kebutuhan dasar pasien, hingga memberikan edukasi kepada keluarga.
Baca Juga: Lima DPC PPP Tolak Muscab, Minta PPP NTB Tunggu Konflik di DPP Tuntas
Pendekatan ini menjadi bagian dari layanan holistik yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga aspek perawatan dan edukasi berkelanjutan.
Dalam proses penanganan, pasien juga menjalani tindakan operasi debridement akibat dekubitus.
Pascaoperasi, perawatan luka dilakukan secara rutin guna mempercepat proses penyembuhan.
Selain itu, tim medis melakukan reposisi tubuh setiap empat jam sebagai langkah pencegahan komplikasi selama masa perawatan.
Direktur RS Mandalika Provinsi NTB, Oxy Cahyowahyuni, menegaskan bahwa penanganan hidrosefalus membutuhkan ketelitian serta kerja sama tim yang solid.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar pasien memperoleh peluang kesembuhan yang maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak, Nurhandini Eka Dewi, menyampaikan bahwa kondisi pasien menunjukkan perkembangan signifikan.
Berat badan pasien meningkat dari 8,8 kilogram menjadi 9,5 kilogram, luka pascaoperasi mulai mengering, dan kondisi umum semakin membaik.
Penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari dokter spesialis anak, saraf, hingga bedah, serta dukungan penuh tenaga keperawatan dan manajemen rumah sakit.
Kepala Ruangan Rawat Inap Anak, Agus Suhirjan, juga mengingatkan pentingnya pencegahan hidrosefalus sejak masa kehamilan, terutama melalui pemenuhan nutrisi dan asupan asam folat yang cukup.
Pihak keluarga pasien pun menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan. Mereka menilai tenaga medis bekerja dengan ramah dan profesional, serta didukung lingkungan rumah sakit yang bersih dan nyaman.
Saat ini, pasien masih dalam pengawasan intensif tim medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta mencegah potensi komplikasi lanjutan.
Melalui layanan komprehensif ini, RS Mandalika terus berupaya meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan perawatan berkelanjutan.
Editor : Kimda Farida