LombokPost - Upaya mewujudkan transisi energi yang berkeadilan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat suntikan energi baru.
Kehadiran Forum Gender Equality, Social Inclusion, and Just Energy Transition (GEDSI JET) NTB dinilai menjadi jembatan krusial
Terutama dalam memperkaya perspektif pemerintah daerah melalui kebijakan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.
Baca Juga: Indonesia Akselerasi Transisi Energi Menuju Swasembada dan Net Zero Emission 2060
Ruang Strategis Aspirasi Masyarakat
Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah konkret untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam pergeseran menuju energi terbarukan.
Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi NTB, Arifin Azhari Shauqi, menegaskan bahwa forum ini telah menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai organisasi masyarakat sipil.
Baca Juga: Tren Positif Kendaraan Listrik Bisa Percepat Target NTB Menuju Net Zero Emission 2050
Arifin menilai, keberadaan forum yang inklusif sangat penting untuk memberikan masukan komprehensif.
Sinergi antara aktivis, masyarakat sipil, dan birokrasi mampu menghadirkan wawasan (insight) baru.
Yang selama ini mungkin belum terakomodasi dalam penyusunan kebijakan sektor energi.
Baca Juga: Carbon Pricing Jadi Langkah Strategis Capai Net Zero Emissions
“Forum ini sangat baik karena menggabungkan banyak organisasi masyarakat sipil dengan berbagai aspirasi di tingkat akar rumput. Ini menjadi masukan penting bagi pemerintah,” ujarnya.
Relevansi di Era Kepemimpinan Baru
Lebih jauh, Arifin menekankan bahwa kontribusi pemikiran dari Forum GEDSI JET menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan konteks pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
Momentum transisi kepemimpinan ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menyisipkan nilai-nilai inklusivitas dalam setiap regulasi daerah yang tengah dirancang.
Dinas ESDM berharap, berbagai pandangan yang dihimpun dari diskusi lintas sektor ini dapat memperkuat fondasi kebijakan yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga tepat sasaran secara sosial.
Dengan melibatkan perspektif gender dan inklusi sosial, transisi energi di NTB diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan di pelosok desa.
Melalui kolaborasi ini, NTB berambisi menjadi percontohan nasional dalam mengelola transisi energi yang transparan, partisipatif, dan benar-benar mencerminkan wajah aspirasi dari bawah.
Editor : Redaksi