Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Positif Kendaraan Listrik Bisa Percepat Target NTB Menuju Net Zero Emission 2050

U
Penulis: Umar Wirahadi❯
Guru Besar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Prof Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., Ph.D
Guru Besar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Prof Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., Ph.D

LombokPost – Penggunaan kendaraan listrik kini semakin digandrungi masyarakat NTB. Mulai dari sepeda listrik, sepeda motor listrik, hingga mobil listrik.


Advertisement

Kendaraan ramah lingkungan itu semakin mudah dijumpai mengaspal halus di jalanan kota maupun di pelosok desa wilayah Bumi Gora.

"Saya kira ini menjadi tren yang positif karena berdampak baik buat lingkungan," kata Guru Besar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Prof Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., Ph.D kepada Lombok Post, Jumat (9/1). 

Disampaikan, maraknya penggunaan kendaraan listrik bertanda baik bagi lingkungan.

Advertisement

Bahkan tren positif ini bisa membantu Pemprov NTB dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) 2050.

Target ini telah ditetapkan Pemprov NTB dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang ditetapkan pada era kepemimpinan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi. 

Target 2050 itu dinilai cukup ambisius. Sebab pemerintah Indonesia secara nasional menargetkan renewable energy tahun 2060. 

Advertisement

"Sehingga penggunaan kendaraan listrik ini sekaligus bisa membantu dalam percepatan target Net Zero Emission," paparnya. 

Di sisi lain, kendaraan konvensional berbahan fosil menjadi pemicu terbesar efek rumah kaca yang saat ini timbul.

Kondisi inilah yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim secara ekstrem. Seperti cuaca yang tidak menentu. 

"Saat ini kita sulit bisa prediksi kapan akan hujan dan kapan panas. Berapa lama musim hujan dan berapa lama musim panas. Iya karena faktor gas rumah kaca," jelas Prof Joni. 

Oleh karena itu, sambung dia, penggunaan sarana transportasi listrik harus didukung secara luas. Khususnya oleh pemerintah.

Foto ilustrasi. Sepeda listrik dan motor listrik semakin digandrungi masyarakat
Foto ilustrasi. Sepeda listrik dan motor listrik semakin digandrungi masyarakat

Salah satunya dengan memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengisi daya saat memakai kendaraan. 

"Tapi perlu juga ditekankan agar penyediaan sumber energi ngecas itu juga harus yang ramah lingkungan juga. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah, Red) juga sekarang," imbuh peraih gelar Ph.D bidang Sustainable Engineering di Curtin University Australia itu. 

Disampaikan, jangan sampai kendaraan listrik yang dipakai publik mendapatkan daya dari sumber pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Itu menjadi kontradiktif. Harusnya juga tempat pengisian daya ini juga berbahan bakar non fosil yang ramah lingkungan.

"Seperti dari tenaga surya. NTB sangat kaya dengan potensi tenaga surya karena ini menjadi solusi energi bersih," paparnya.

Di luar aspek lingkungan yang positif, Prof Joni berharap penggunaan kendaraan listrik pada sisi keamanan.

Sebab cukup banyak usia anak-anak yang mengendarai sepeda listrik di jalan raya. Kondisi itu cukup membahayakan keselamatan.  

"Sehingga saran saya ke masyarakat agar menggunakan kendaraan listrik ini sesuai dengan tempatnya. Memang sangat bermanfaat bagus ke lingkungan. Tapi sisi safety juga tolong untuk diawasi bersama," pungkas Prof Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., Ph.D. 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD KLU Minta Pemda Tegas Tertibkan Sepeda Listrik di Gili

DPRD KLU Minta Pemda Tegas Tertibkan Sepeda Listrik di Gili

Keberadaan sepeda listrik yang di kawasan Gili Trawangan disebut semakin menjamur. Terhadap kondisi in, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) d

Komisi II Dorong Regulasi Sepeda Listrik di Kawasan Tiga Gili

Komisi II Dorong Regulasi Sepeda Listrik di Kawasan Tiga Gili

Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong pemerintah daerah segera menetapkan regulasi yang jelas terkait keberadaan sepeda list

5 Alasan Mobil Listrik Gagasan Dahlan Iskan Gagal, Terhambat Regulasi hingga Tersandung Produksi

5 Alasan Mobil Listrik Gagasan Dahlan Iskan Gagal, Terhambat Regulasi hingga Tersandung Produksi

Mimpi Indonesia memiliki mobil listrik buatan sendiri pernah digagas oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di kisaran tahun 2011-2012 silam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer