LombokPost - Panggung prestisius bagi talenta muda NTB resmi dimulai. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) NTB bersama Paguyuban Puteri Remaja Indonesia secara resmi membuka gelaran Audisi Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026.
Bertempat di Aula Handayani Dikpora NTB, Kamis (16/4), suasana tampak riuh dan penuh semangat. Puluhan remaja dari berbagai pelosok Bumi Gora berkumpul untuk memperebutkan tiket menuju kancah nasional dalam ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026.
Kepala Dikpora NTB yang diwakili Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan H. Tarmidzi menegaskan bahwa ajang ini adalah panggung strategis. Menurutnya, Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026 bukan sekadar kontes kecantikan fisik, melainkan kawah candradimuka untuk mengasah karakter dan potensi diri.
"Kegiatan positif ini adalah wadah bagi pemuda kita untuk melatih bakat dan minat. Ini bekal berharga untuk menjadi bagian dari generasi emas NTB yang cerdas dan berkarakter," ujar Tarmidzi.
Baca Juga: Gebrakan Dikpora NTB: Gandeng Kemenpora RI Perkuat Program Kepemudaan dan Dongkrak IPP
Pemprov berharap, melalui sinergi ini akan lahir agen perubahan yang mampu mengharumkan nama daerah. Targetnya membawa semangat NTB Makmur Mendunia ke level internasional melalui prestasi Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026.
Senada dengan itu, Ketua Paguyuban Buniamin Farahat menyebut pelaksanaan tahun ini adalah yang tersukses dalam tujuh tahun terakhir. Ia meminta para peserta untuk menjadi role model bagi generasi muda lainnya dalam hal sosialisasi dan prestasi.
Ketua Panitia Herlita Rizky Dwiana Putri, membeberkan bahwa penilaian dalam Audisi Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026 mencakup tiga aspek krusial yakni Smart, Behavior, dan Beauty. Para peserta harus melewati tantangan berat mulai dari sesi tanya jawab kepribadian, catwalk, hingga unjuk bakat yang memukau dewan juri.
"Kami menekankan kejujuran dan inner beauty. Peserta tidak boleh hanya mengandalkan fisik. Keunikan audisi kali ini adalah sistem hibrid, di mana peserta dari Pulau Sumbawa tetap bisa ikut seleksi secara daring," jelas Herlita.
Baca Juga: Dikpora NTB Matangkan Persiapan Pelatda, Demi Target Juara di PON Nusa Tenggara XXII/2028
Semangat kompetisi yang hangat terasa saat para peserta mulai unjuk gigi. Salah satunya Ni Putu Devika Sharisa, kontestan asal Mataram. Dengan persiapan sebulan penuh, ia membawa misi besar di ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026 ini. "Saya ingin membentuk komunitas remaja untuk berbagi ilmu dan mengasah potensi bersama," tuturnya penuh percaya diri.
Tak kalah berani, Dina Salsabila Permana yang baru berusia 11 tahun asal Lombok Tengah, menunjukkan nyalinya. Baginya, mengikuti audisi Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026 adalah cara terbaik untuk menguji mental dan bakat sejak dini.
Meski rona gugup sesekali terlihat, antusiasme peserta tak surut. Mereka tetap tampil memukau, memaparkan visi besar untuk masa depan pendidikan dan kebudayaan. Ajang Audisi Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Indonesia NTB 2026 ini pun diharapkan menjadi batu loncatan bagi perempuan-perempuan hebat dari Nusa Tenggara Barat untuk mengguncang dunia.
Editor : Pujo Nugroho