Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lumbung Ternak NTB "Serbu" Jawa: 11 Ribu Sapi Dikirim, Barantin Perketat Benteng Biosekuriti

Nurul Hidayati • Minggu, 19 April 2026 | 21:41 WIB
Barantin perketat pengawasan lalu lintas puluhan ribu ternak NTB ke Jawa jelang Idul Adha 2026.
Barantin perketat pengawasan lalu lintas puluhan ribu ternak NTB ke Jawa jelang Idul Adha 2026.

LombokPost – Arus pengiriman hewan ternak asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Pulau Jawa mengalami lonjakan drastis menjelang Idul Adha 1447 H.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melaporkan sebanyak 11.565 ekor ternak telah melintas melalui berbagai pintu keluar di NTB, terutama Pelabuhan Gili Mas dan Bima, hanya dalam kurun waktu 16 hari pertama di bulan April.

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, yang turun langsung memantau proses pengawasan di lapangan mengungkapkan bahwa tren pengiriman ini naik berkali-kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga: Jamin Kelancaran Hewan Kurban, Satpol PP NTB Perketat Pengawasan Tata Niaga Ternak di Pelabuhan Gili Mas

Tercatat, sepanjang tahun 2026, total 18.543 ekor sapi asal NTB telah diberangkatkan ke kawasan Jabodetabek melalui 734 kali frekuensi pengiriman.

"Volume pengiriman melonjak tajam dibanding Januari yang hanya 1.454 ekor. Fokus utama kami saat ini adalah mitigasi risiko terhadap ancaman penyakit seperti PMK, LSD, dan Anthrax yang potensinya meningkat seiring tingginya mobilisasi ternak," tegas Sriyanto di sela monitoringnya.

Pengetatan ini didasari oleh Surat Edaran Deputi Bidang Karantina Hewan No. 23 Tahun 2026.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Hewan Kurban, Tim Kemenko Sidak Kesiapan Terminal Gilimas NTB

Barantin memastikan setiap ekor sapi yang keluar dari Bumi Gora wajib melalui skrining ketat guna menjamin kedaulatan pangan dan keamanan hayati nasional sesuai UU No. 21 Tahun 2019.

Kepala Balai Karantina NTB, Ina Soelistyani, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiagakan Satgas Terpadu dan fasilitas laboratorium untuk mendukung pengawasan.

Pengetatan biosekuriti dilakukan melalui disinfeksi armada angkut secara masif.

Baca Juga: Disnakeswan Lombok Timur Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

"Meski volume tinggi, proses sertifikasi tetap ramping dan transparan berkat sistem digitalisasi Best Trust. Kami juga memastikan fasilitas Tol Laut seperti Kapal Camara Nusantara 3 di Pelabuhan Bima memenuhi standar teknis agar hewan tidak stres selama perjalanan," jelas Ina.

Komitmen ini juga mendapat dukungan dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Asisten Deputi Djoko Hartoyo yang turut hadir menyebutkan bahwa sinergi lintas kementerian menjadi jaminan bahwa rantai distribusi hewan kurban dari NTB menuju Jawa tetap sehat dan lancar.

"NTB adalah aset strategis. Kami menjamin setiap ekor sapi yang sampai ke tangan konsumen adalah hewan yang sehat, layak, dan melalui proses yang humanis," pungkas Sriyanto.

Editor : Redaksi
#Karantina NTB #Ternak NTB #Idul Adha 2026 #Barantin #sapi kurban