Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disnakeswan Lombok Timur Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
Seorang panitia kurban masjid agung Al Mujahidin Selong saat menimbang daging kurban.
Seorang panitia kurban masjid agung Al Mujahidin Selong saat menimbang daging kurban.

LombokPost - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lombok Timur (Lotim), menemukan adanya cacing hati pada hewan kurban. Namun cacing hati yang ditemukan ini dinilai masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi. 


Advertisement

“Sebelum daging kurban disalurkan ke masyarakat, kami memeriksa organ dalam hewan kurban. Dan menemukan cacing hati. Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak, masih aman untuk dikonsumsi,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkeswan Lotim Hultatang, Senin (9/6).

Selain memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih, pihaknya juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap organ dalam hewan kurban setelah disembelih. 

Pemeriksaan ini untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat betul-betul aman dikonsumsi.

Advertisement

Diakui, sejumlah hewan kurban di Lotim, termasuk sapi yang disembelih di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong ditemukan memiliki cacing hati.

“Ada yang kita temukan tapi tidak banyak masih dalam batas wajar dan masih aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat,” katanya.

Organ yang terinfeksi cacing hati, langsung dipisahkan dari daging yang akan didistribusikan. Sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir, karena daging yang dibagikan tetap aman dikonsumsi. 

Advertisement

Cacing hati ini muncul diduga akibat kurangnya pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan oleh peternak. Dan pemberian obat cacing yang tidak teratur. Pihaknya mengimbau peternak untuk lebih disiplin dalam pemberian obat cacing setiap 3-4 bulan sekali.

“Langkah ini penting untuk mencegah infeksi parasit pada hewan ternak,” ujarnya.

Kepala Disnakkeswan Lotim H Masyhur menegaskan seluruh hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan bebas dari berbagai penyakit. Tak terkecuali penyakit mulut dan kuku (PMK). 

“Beberapa tahun terakhir ini kasus PMK kita sudah tidak ditemukan lagi, ”katanya.

Sebagai bentuk pengawasan tambahan, posko pemeriksaan hewan kurban didirikan di titik-titik strategis. Melalui langkah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lancar, aman dan sesuai syariat.

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post Koran
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Cacing Hati Masih Muncul pada Hewan Kurban di NTB, Ini Penjelasan Disnakkeswan

Kasus Cacing Hati Masih Muncul pada Hewan Kurban di NTB, Ini Penjelasan Disnakkeswan

Tim pemeriksaan kesehatan hewan Disnakeswan NTB, menemukan puluhan sapi dan kambing yang terjangkit penyakit cacing hati.

Jejak Tradisi Hari Kurban di Lombok Timur, Hewan Kurban Dihias, Dimandikan, Hingga Dulang Tembolaq Beaq sebelum Penyembelihan

Jejak Tradisi Hari Kurban di Lombok Timur, Hewan Kurban Dihias, Dimandikan, Hingga Dulang Tembolaq Beaq sebelum Penyembelihan

Di Lombok Timur, Idul Adha tidak hanya dirayakan lewat penyembelihan. Di balik setiap hewan kurban, ada cara warga merawat keikhlasan

 MIN 3 Mataram Sebar 200 Kupon Daging Kurban, Ajarkan Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

MIN 3 Mataram Sebar 200 Kupon Daging Kurban, Ajarkan Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

MIN 3 Mataram membagikan 200 kupon daging kurban kepada warga. Momentum Idul Adha menjadi sarana pendidikan empati siswa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer