Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Belajar dari Tragedi Fukushima, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal: "Kesiapsiagaan Adalah Satu-satunya Jalan Keselamatan"

Nurul Hidayati • Minggu, 26 April 2026 | 23:21 WIB
BPBD NTB gelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di CFD Udayana Mataram, Minggu (26/4).
BPBD NTB gelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di CFD Udayana Mataram, Minggu (26/4).

LombokPost - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana yang sistematis bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Mataram, Minggu (26/4).

Dalam sambutannya yang komunikatif, Gubernur Iqbal menarik komparasi tajam antara tragedi tsunami di Jepang (2011) dan Aceh (2004) untuk menggambarkan betapa krusialnya aspek kesiapsiagaan dalam meminimalisir korban jiwa.

Baca Juga: Bersatu Dalam Siaga, Ikhtiar NTB Antisipasi Ancaman Bencana di HKBN 2026

Belajar dari Kedisiplinan Jepang

Gubernur memaparkan data bahwa tsunami di Fukushima, Jepang, yang terjadi di wilayah padat penduduk, menelan korban sekitar 11.000 jiwa.

Sementara itu, tsunami Aceh di wilayah yang tidak sepadat Fukushima justru memakan korban hingga 190.000 jiwa.

Baca Juga: Strategi Keadilan Bencana, Ikhtiar NTB Menuju Ketahanan Iklim 2027

"Perbedaannya jauh sekali. Apa yang membedakan? Jawabannya adalah kesiapsiagaan. Di Jepang, anak SD sampai orang tua rutin melakukan simulasi, baik yang diumumkan maupun yang tiba-tiba (unannounced). Mereka selalu menyesuaikan skenario," tegas Lalu Iqbal di hadapan jajaran BPBD dan relawan.

Menurutnya, NTB khususnya Pulau Lombok memiliki risiko bencana yang lengkap, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, hingga bencana akibat ulah manusia seperti konflik sosial.

"Jalan keselamatan adalah menyiapkan diri untuk situasi terburuk," imbuhnya.

Baca Juga: BPBD KSB Janji Segera Tuntaskan Rumah Terdampak Bencana  

Inklusivitas: No One Left Behind

Peringatan HKB kali ini juga memberikan ruang spesial bagi kelompok disabilitas. Gubernur Iqbal menegaskan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian tidak terpisahkan dari sistem keselamatan publik.

"Terima kasih teman-teman disabilitas sudah hadir. Kalian adalah bagian dari kita. Tidak boleh ada satu pun orang yang tertinggal (no one left behind) dalam upaya kita menjamin keselamatan publik," ujar Gubernur yang disambut tepuk tangan riuh peserta.

Membangun Kesadaran Kolektif

Gubernur berharap semangat kesiapsiagaan ini tidak berhenti di area seremoni saja, tetapi dibawa pulang dan ditularkan ke lingkungan keluarga serta kerabat. Tujuannya, agar kesadaran bencana tidak lagi menjadi milik individu atau kelompok tertentu, melainkan menjadi kesadaran kolektif seluruh warga NTB.

"Mudah-mudahan semangat ini dibawa pulang dan disampaikan kepada yang lain. Kesadaran ini harus menjadi kesadaran kita semua," pungkasnya sebelum menutup sambutan dan melanjutkan agenda kerja lainnya.

Editor : Redaksi
#Hari Kesiapsiagaan Bencana #Mitigasi Bencana NTB #Disabilitas Siaga Bencana #Gubernur NTB #Lalu Muhamad Iqbal