Bangun Budaya Tangguh, BPBD NTB Edukasi Warga Simulasi Penyelamatan Pada HKB 2026 di CFD Udayana Mataram

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Minggu, 26 April 2026 | 23:51 WIB
 Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin

LombokPost - Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sosialisasi dan edukasi masif di tengah keramaian Car Free Day (CFD) Jalan Udayana dan kawasan Karang Jangkong, Minggu (26/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan pesan kesiapsiagaan menyentuh langsung seluruh lapisan masyarakat secara inklusif.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menegaskan bahwa urusan kebencanaan tidak boleh hanya bertumpu pada pundak pemerintah atau petugas lapangan saja.

Baca Juga: BPBD NTB Perkuat Ketangguhan Bencana Melalui Kolaborasi Multipihak

“Bencana ini bukan hanya tanggung jawab BPBD, tapi semua masyarakat harus paham. Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana menghadapi situasi darurat sehingga kesiapsiagaan itu muncul dari diri sendiri,” ujar Sadimin di sela-sela kegiatan.

Praktik Langsung Penyelamatan Nyawa

Dalam kegiatan tersebut, BPBD NTB tidak hanya membagikan pamflet imbauan, tetapi juga menggandeng tim kesehatan dari Bapelkes (Kemenkes).

Baca Juga: BPBD Catat 44.058 Warga NTB Terdampak Bencana Selama Januari 2026

Ini untuk memberikan pelatihan singkat teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pijat jantung.

Pengunjung CFD diajak mempraktikkan langsung cara menangani orang pingsan atau henti jantung mendadak sebelum bantuan medis tiba.

"Setiap warga idealnya harus bisa melakukan RJP. Jika ada yang pingsan, harus segera ditolong dan jangan ada pembiaran sampai petugas kesehatan datang. Ini adalah upaya penyelamatan nyawa yang paling dasar," tambah Sadimin.

Baca Juga: Kerusakan Infrastruktur Akibat Bencana Capai Rp 10 Miliar, BPBD NTB Ajukan DSP ke BNPB

Minimalisir Korban dengan Ketenangan

Pemilihan ruang publik seperti CFD bertujuan agar pesan simulasi ini mencakup massa yang lebih luas. Sadimin berharap, melalui edukasi rutin dan simulasi yang berkelanjutan, masyarakat NTB dapat lebih terlatih secara mental saat menghadapi ancaman bencana yang nyata.

"Tujuannya jelas, agar kalau terjadi bencana masyarakat kita siap, tidak panik, dan tidak gugup. Ketenangan dalam bertindak adalah kunci untuk meminimalisir jumlah korban jiwa," tegasnya.

Kegiatan HKBN 2026 di NTB ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dengan warga.

BPBD NTB berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan "Bumi Gora" menjadi provinsi yang tangguh dan siap siaga menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa depan.

Editor : Redaksi
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Hari Kesiapsiagaan Bencana Simulasi RJP Bencana Alam NTB Masyarakat Tangguh BPBD NTB