Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPBD Catat 44.058 Warga NTB Terdampak Bencana Selama Januari 2026

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Hujan deras mengakibatkan rumah warga tergenang banjir di salah satu desa, di Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (31/1).
Hujan deras mengakibatkan rumah warga tergenang banjir di salah satu desa, di Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (31/1).

LombokPost - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat terjadinya 52 kejadian bencana alam di NTB, selama periode 1 Januari hingga 31 Januari 2026.


Advertisement

“Bencana hidrometeorologi masih mendominasi, dan memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat maupun infrastruktur di berbagai wilayah,” terang Kepala Pelaksana BPBD Sadimin.

Dari total kejadian tersebut, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi, yakni sebanyak 26 kejadian. Selain banjir, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang juga cukup tinggi dengan 22 kejadian.

Sementara itu, tanah longsor serta gelombang pasang atau abrasi masing-masing tercatat 2 kejadian. Pada periode yang sama, BPBD memastikan tidak terdapat kejadian bencana gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, erupsi gunung api, maupun tsunami.

Advertisement

Meski demikian, tingginya frekuensi banjir dan cuaca ekstrem tetap menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.  Berdasarkan data rekapitulasi BPBD, rangkaian bencana tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sembilan orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, tidak ada laporan korban hilang. Secara keseluruhan, sebanyak 44.058 jiwa warga terdampak, baik harus mengungsi maupun mengalami gangguan aktivitas akibat bencana. 

Dari sisi kerusakan permukiman warga, BPBD mencatat 428 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 23 rumah rusak berat, 35 rumah rusak sedang, dan 370 rumah rusak ringan.

Advertisement

Selain rumah yang mengalami kerusakan struktural, sebanyak 12.944 rumah dilaporkan terendam banjir, sehingga memaksa sebagian warga menghentikan aktivitas dan membutuhkan bantuan darurat. 

Bencana alam tersebut juga berdampak langsung terhadap pelayanan dasar masyarakat.

Tercatat 24 unit fasilitas pendidikan, lima unit fasilitas kesehatan, serta tiga unit perkantoran mengalami kerusakan maupun gangguan operasional.

“Kondisi ini berpotensi menghambat kegiatan belajar mengajar, pelayanan kesehatan, serta pelayanan administrasi kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sarana dan prasarana vital. BPBD mencatat kerusakan pada 7 unit jembatan, 130 meter ruas jalan, 18 meter tanggul, 14 titik jaringan listrik, serta 700 meter jaringan air bersih.

Kerusakan infrastruktur ini berdampak pada aksesibilitas, distribusi logistik, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Dampak bencana juga dirasakan pada sektor sosial dan ekonomi.

Luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 1.306 hektare sawah, sementara 60 hektare tambak atau kolam turut mengalami kerusakan.

Selain itu, 16 unit pertokoan atau warung dilaporkan terdampak, yang berakibat pada terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Sadimin menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana ke depan, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis. 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG sebagai langkah antisipasi dalam merencanakan aktivitas sehari-hari.

“Tetap waspada, jaga kesehatan, dan ikuti perkembangan cuaca terkini dari sumber terpercaya agar kita semua siap untuk selamat,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

​Kecelakaan Maut di Jalan Raya Kuta Lama, Pasutri Meninggal, Anak Jalani Perawatan Intensif

​Kecelakaan Maut di Jalan Raya Kuta Lama, Pasutri Meninggal, Anak Jalani Perawatan Intensif

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi di wilayah hukum Polresta Loteng

Pamit Bakar Sampah, Lansia di Selebung Ditemukan Meninggal Terbakar di Kebun

Pamit Bakar Sampah, Lansia di Selebung Ditemukan Meninggal Terbakar di Kebun

wanita lanjut usia berinisial M usia 57 tahun, warga Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Batukliang, Lombok Tengah ditemukan meninggal dunia

Melihat dari Dekat Persoalan, Tradisi, dan Potensi di Kecamatan Lingsar: Jalur Maut Dusun Prabe (1)

Melihat dari Dekat Persoalan, Tradisi, dan Potensi di Kecamatan Lingsar: Jalur Maut Dusun Prabe (1)

Jerat infrastruktur rusak di wilayah pedalaman kembali menelan korban jiwa. Akses jalan menuju Dusun Prabe, Desa Batu Mekar, Lingsar hancur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer